Khamis, 17 Januari 2013

Gagalnya Rundingan Dalam Konflik Bangsa Patani

Pihak Thailand mempercayai bahwa perundingan ini tidak akan mungkin mendorong adanya pemberian kemerdekaan terhadap Pejuang Kemerdekaan Patani, karena pada dasarnya Jusuf Kalla selama ini pro terhadap otonomi daerah dan kontra terhadap tuntutan merdeka pihak Pejuang Kemerdekaan Patani. Namun, pihak Pejuang Kemerdekaan Patani percaya bahwa kesamaan identity Kemalayuan dan KeIslaman (antara Pejuang Patani dan mediator) akan menjadi pertimbangan mediator untuk tidak meninggalkan kepentingan umat Melayu Muslim di  Selatan Thailand.


Pembicaraan damai antara Pemerintah kolonial Thailand dan Pejuang Kemerdekaan Patani Thailand Selatan bukanlah hal baru. Pembicaraan damai telah dirintis oleh pemerintah Thailand pada Pejuang Kemerdekaan Patani sudah dimulai pada era tahun 1980-an. Namun Pembicaraan damai dengan pihak Pejuang Kemerdekaan Patani selalu dirahasiakan pada publik oleh Pemerintah Thailand. Pemerintah Thailand beberapa kali mengunjungi beberapa negara-negara di Timur Tengah yang ditempati elit-elit Pejuang Kemerdekaan Patani Thailand Selatan untuk melakukan pembicaraan damai. Pertemuan tersebut bisa dikatakan cukup efektif, karena pihak Pejuang Kemerdekaan Patani akhirnya mau meletakan senjata pada pemerintah Thailand.

Pada priode tahun 1980-an merupakan priode di mana Thailand mengalami sebuah fase yang paling baik dalam bidang politiknya, fase ini dikenal sebagai fase “Demokrasi ala Thailand”. Dalam fase ini Pemerintah Thailand gencar melakukan program-program pembangunan di Thailand Selatan. Harapan damai saat itu dirintis oleh Pemerintah Thailand dengan membangun iklim politik yang stabil berdasarkan dengan penetapan langkah-langkah pembangunan administratif, pendidikan dan ekonomi di Thailand Selatan.

Pada priode tersebut pemerintahan Thailand dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Jenderal Prem Tinsulanonda (1980-1988) menerapkan konsep karnmeang nam karntahan (politik memimpin militer) dan menjadikan konsep tersebut sebagai landasan kestabilan negara. Penerapan konsep Prem tersebut bisa dilihat dalam Undang-Undang No. 1 66/23 yang kemudian dikenal dengan sebutan 66/23.

Tak hanya melahirkan UU 66/23 Pemerintahan Pram juga melahirkan peraturan pemerintah No. 751/24 yang dikenal dengan sebutan peraturan Nayobay Thai Romyen (undang-undang aman damai). Dua undang-undang tersebut menjadi dua dasar kebijakan dalam meredam gerakan Pejuang Kemerdekaan Patani di Thailand Selatan. Undang-undang tersebut secara tersirat menunjukan adanya perubahan persepsi pemerintah Thailand yang  awalnya menganggap Pejuang Kemerdekaan Patani di Thailand Selatan sebagai lawan dengan adanya UU ini justru mereka lebih melihatkan sikap yang lebih akomodatif.

Pada era kepemimpinan Perdana Menteri Thaksin Shinawarta (2001-2006) kondisi damai di Thailand Selatan dirusak dengan kebijakan pembubaran SBPAC (Southern Borders Provinces Administrative Centre) dan memilih menggunakan senjata untuk menumpas gerakan Pejuang Kemerdekaan Patani di Thailand Selatan. Baru setelah lima tahun Thanksin memimpin, pembicaraan damai dengan Pejuang Kemerdekaan Patani di Thailand Selatan pun dirintis olehnya. Pembicaraan damai tersebut dilakukannya di penghujung tahun 2005 di Langkawi-Malaysia, akan tetapi pembicaraan ini harus gagal karena situasi politik Thailand yang mengharuskan Thaksin mundur dari jabatannya karena kasus korupsi.

Pasca dikudetanya Thaksin, mantan kepala militer dan anggota Dewan Penasihat Raja, Jenderal Surayud Chulanont diangkat menjadi Perdana Menteri Sementara (2006-2008). Pada era kepemimpinan Surayud, jalan damai dengan Pejuang Kemerdekaan Patani Thailand Selatan kembali dibangun. Surayud secara langsung meminta maaf pada rakyat di Thailand Selatan atas kekejaman masa lalu yang dilakukan oleh negara terhadap rakyat di Thailand Selatan. Surayud pun melakukan permohonan rekonsiliasi pada masyarakat Thailand Selatan. Permintaan maaf dan rekonsiliasi tersebut disambut dengan baik oleh rakyat di Thailand Selatan, tetapi justru ditanggapi secara dingin oleh birokrat Thailand dan masyarakat Melayu di Selatan secara umum. Minimnya dukungan internal dalam rekonsiliasi dengan rakyat Thailand Selatan ditambah banyaknya persoalan internal pasca kudeta membuat pembicaraan damai menjadi tidak efektif.

Pada era pemerintahan Perdana Menteri Samak Sundaravej (2008), Thailand sedang dalam masa yang tidak menentu di bidang politik. Thailand sedang dilanda instabilitas politik dengan bermunculannya demonstrasi-demonstrasi besar. Situasi domestik di Thailand yang tidak menentu tidak membuat Perdana Menteri Samak Sundaravej jera untuk merajut jalan damai dengan Pejuang Kemerdekaan Patani di Thailand Selatan. Perdana Menteri Samak Sundaravej kemudian memberi lampu hijau pada Wakil Presiden Indonesia, Jusuf  Kalla untuk  memediasi pertemuan antara delegasi militer Thailand dengan pemimpin Pejuang Kemerdekaan Patani.

Perundingan Damai di Istana Bogor

Perundingan damai antara Pemerintah Thailand dengan tokoh-tokoh Pejuang Kemerdekaan Patani di Istana Bogor berlangsung selama dua hari (20-21 September 2008) dan mengalami hasil yang positif. Hasil positif disini menyangkut komitmen-komitmen kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik. Hasil positif perundingan yang dimediatori oleh Jusuf Kalla ini sayang harus kandas ditengah jalan akibat statement-statement yang dikeluarkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Urusan Luar Negeri yaitu Dino Pati Jalal pada media-media, baik media nasional maupun media internasional.

Perundingan yang dipimpin Jusuf Kalla ini awalnya berlangsung dengan baik, pihak-pihak yang bertikai berunding dengan membicarakan persoalan-persoalan yang selama ini menyebabkan konflik berkepanjangan di Thailand Selatan. Sikap netral yang ditunjukan Jusuf Kalla membuat kedua belah pihak merasa nyaman dan mereka mudah menyesuaikan diri dalam perundingan.

Penulis menilai ada dua alasan yang menyebabkan pihak-pihak yang bertikai merasa nyaman dalam merundingkan masalah-masalah dasar yang menyebabkan mereka berkonflik selama ini. Pertama, dari pihak Thailand mempercayai bahwa perundingan ini tidak akan mungkin mendorong adanya pemberian kemerdekaan terhadap Pejuang Kemerdekaan Patani, karena pada dasarnya Jusuf Kalla selama ini pro terhadap otonomi daerah dan kontra terhadap tuntutan merdeka pihak Pejuang Kemerdekaan Patani. Kedua, pihak Pejuang Kemerdekaan Patani percaya bahwa kesamaan identity Kemalayuan dan KeIslaman (antara Pejuang Patani dan mediator) akan menjadi pertimbangan mediator untuk tidak meninggalkan kepentingan umat Melayu Muslim di  Selatan Thailand.

Pada hari pertama perundingan belum ada media nasional yang datang untuk meliput perundingan. Akan tetapi ada satu kamera di depan Istana Bogor yang memperhatikan jalannya perundingan. Menurut kabar yang ada, satu kamera tersebut merupakan kamera dari media asing. Baru pada hari kedua perundingan, media-media nasional mulai berbondong-bondong datang ke tempat perundingan. Kecurigaan bocornya informasi bahwa ada perundingan di Istana Bogor pada media nasional itu dari media asing yang pada hari pertama sudah memata-matai perundingan dari luar Istana.

Pada saat media datang meliput perundingan, Jusuf Kalla sempat bertanya pada pihak-pihak yang berunding apakah mereka ingin bicara pada pers. Pihak-pihak yang berunding pun menyatakan keberatan untuk bicara pada pers. Jusuf Kalla pun enggan mengomentari isi perundingan pada wartawan yang datang mencari informasi terkait perundingan. Saat ditanya oleh pers terkait perudingan, Jusuf Kalla hanya mengomentari hal-hal normatif terkait teknis dan kondisi perundingan tanpa mengomentari isi perundingan.

Hal mengejutkan justru terjadi setelah perundingan berlangsung, Juru Bicara Presiden Urusan Luar Negeri Dino Patti Djalal berbicara pada media terkait perundingan di Istana Negara. Secara mengejutkan Dino memberitahu media isi perundingan tersebut pada media. Menurut Dino, ada tiga kesepakatan penting yang lahir dari perundingan tersebut. Pertama, kedua belah pihak yang berkonflik sepakat akan menyelesaikan konflik dalam koridor konstitusi Thailand. Kedua, kedua belah pihak sepakat untuk menjaga keutuhan integritas wilayah Thailand. Ketiga, kedua belah pihak yang berkonflik siap melanjutkan perundingan ronde kedua yang akan berlangsung pada pertengahan November di Istana Bogor.

Pernyataan Dino Patti Djalal tersebut sontak mengagetkan banyak pihak, baik pihak yang berunding maupun Jusuf Kalla sebagai mediator. Pihak Kementerian Luar Negeri Thailand langsung merespon pernyataan Dino Patti Djalal terkait perundingan di Istana Bogor dengan mengatakan Pemerintah Thailand membantah terlibat dalam perundingan damai yang dilakukan di Istana Bogor. Dengan tegas Pemerintah Thailand membantah bahwa mereka telah meminta pertolongan Indonesia untuk menyelesaikan konflik internal mereka.

Pernyataan keras Kementerian Luar Negeri Thailand bahwa perundingan di Istana Bogor adalah ilegal dibantah oleh Jusuf Kalla. Jusuf Kalla menyatakan bahwa perundingan ini adalah legal, karena delegasi Pemerintah Thailand yang ikut berunding di Bogor memiliki mandat dari Pemerintah Thailand. Bahkan Duta Besar Thailand untuk Indonesia sempat datang ke kantor Wakil Presiden beberapa saat sebelum perundingan berlangsung.

Mandat tersebut diberikan langsung oleh Perdana Menteri Samak Sundaravej yang memberi lampu hijau pada Jusuf Kalla untuk memediasi konflik Thailand Selatan. Jusuf Kalla justru mengkritik pernyataan Kementerian Luar Negeri Thailand yang memberi pernyataan yang tidak perlu tersebut, menurut Jusuf Kalla konflik yang dimediasinya merupakan konflik internal Thailand jadi jika Deplu Thailand ikut bersuara terkait hal ini justru akan terkesan menjadikan isu menjadi masalah luar negeri.

Gagalnya Proses Mediasi

Pernyataan Dino Patti Djalal di media membuat kecewa Jusuf Kalla sebagai mediator perundingan damai ini. Pernyataan Dino Patti Jalal jelas berdampak pada bubarnya perundingan damai yang dirintis oleh Jusuf Kalla. Jusuf Kalla pada itu menjelaskan pada media bahwa pernyataan Dino itu merupakan pelanggaran pada etika mediasi dan dirinya tidak pernah mengintruksikan Dino untuk membeberkan isi perundingan pada media.

Jusuf Kalla sangat sadar pada prinsip mediasi di mana pihak ketiga merupakan pihak yang menjadi bridging trust atau jembatan perundingan dimana secara etika tidak boleh membocorkan isi perundingan. Hal ini sesuai dengan teori “prinsip mediasi” yang dipaparkan oleh Ruth Charlton bahwa mediator harus menjujung tinggi prinsip confidentiality (kerahasiaan) di mana segala sesuatu yang terjadi di dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh mediator dan disputants (pihak-pihak yang bertikai) bersifat rahasia dan tidak boleh disiarkan kepada publik atau pers oleh masing-masing pihak.

Penulis beranggapan bahwa bocornya isi perundingan ke telinga Dino Patti Jalal merupakan bentuk kelalaian Jusuf Kalla dalam menjaga dokumentasi isi perundingan. Meski di sebuah media Jusuf Kalla mengklarifikasi bahwa recording (merekam pembicaraaan dalam perundingan) diperkenankan untuk kepentingan dokumentasi sehingga jika berhasil semua pihak bisa mengetahuinya dari awal sebagai pelajaran, bukan untuk dipublikasikan. Akan tetapi disini terdapat kecerobohan Jusuf Kalla yang tidak memprediksi faktor lain yang bisa menjadi hambatan proses mediasi, khususnya kebocoran isi perundingan itu sendiri.

Bocornya isi perundingan pada media berdampak fatal bagi situasi dalam negeri Thailand sendiri.  Pasalnya, di Thailand Selatan sendiri pihak Pejuang Kemerdekaan Patani terdiri dari banyak faksi dan tidak semua faksi diikutkan dalam proses perundingan ini. Ketika perundingan ini bocor faksi-faksi yang tidak dilibatkan tersebut memprotes perundingan. Di sisi lain pemerintah Thailand juga khawatir jika bocornya isi perundingan ke media-media akan berdampak pada pengakuan mereka terhadap kelompok pemberontak di mata dunia internasional. Untuk itu, pemerintah Thailand tidak mengakui adanya perundingan damai di Istana Bogor dan sangat menyayangkan bocornya perundingan tersebut.

Gagalnya perundingan damai yang dimediasi oleh Jusuf Kalla merupakan sebuah bentuk hilangnya entry point sebagai pihak ketiga. Hilangnya entry point yang dimaksud disini terkait dengan hilangnya legitimasi yang didapatkan oleh Jusuf Kalla dari Pemerintah Thailand. Sangat jelas bahwa hilangnya legitimasi ini merupakan akibat hilangnya trust pemerintah Thailand pasca pernyataan Dino Patti Jalal di media. Tanpa adanya entry point tersebut tentu Jusuf Kalla tidak bisa melanjutkan kembali agenda perundingan selanjutnya. Dengan kata lain mediasi yang dilakukan oleh Jusuf Kalla dalam penyelesaian konflik Thailand Selatan dinyatakan gagal.

Meskipun gagal, Jusuf Kalla sempat mencoba untuk menawarkan kembali perundingan lanjutan pada pihak Pemerintah Thailand. Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil, pemerintah Thailand sudah tidak mau lagi melanjutkan perundingan. Dari pihak Pejuang Kemerdekaan Patani  Selatan Thailand sendiri pun sudah tidak mau melanjutkan perundingan, karena pasca pernyataan Dino Patti Djalal di media, faksi-faksi pejuang Patani di Thailand Selatan yang tidak diajak berunding di Istana Bogor ramai memprotes mereka yang ikut berunding.

Terkait prilaku pembeberkan isi perundingan di media oleh Dino Patti Djalal, ada kemungkinan hal ini dimanfaatkan menjadi komoditas politik menjelang pemilihan presiden 2009. Hal ini sempat dijelaskan dalam publikasi yang dilakukan oleh Friedrich Nauman Stiftung (FNS) terkait perundingan damai Thailand di Istana Bogor yang dimediasi oleh Jusuf Kalla.  FNS menyatakan bahwa ada kritikan bahwa perundingan ini merupakan bagian dari kampanye dari beberapa politisi lokal untuk meningkatkan profil mereka menjelang pemilihan umum atau ini merupakan public booster image.

Kegagalan perundingan di Bogor tidak adil jika sepenuhnya menyalahkan kinerja Jusuf Kalla dan tim. Memang betul berhentinya perundingan ini akibat adanya kebocoran informasi di media, akan tetapi perlu dikaji kembali faktor lain yang ikut menghambat perundingan damai tersebut. Faktor lain yang dimaksud disini sempat dijelaskan oleh International Crisis Group (organisasi think-thank yang bermarkas di Brussel) sebelum terjadinya perundingan di Istana Bogor.

ICG menyatakan akan sulit bagi Pemerintah Thailand untuk menerapkan pengalaman perdamaian di Aceh sebagai model karena perbedaan antara kedua kasus. Perbedaan mendasar adalah bahwa Pemerintah Thailand masih tidak yakin apakah para pihak dalam pembicaraan yang akan dimediasi oleh Jusuf Kalla merupakan perwakilan otoritatif pihak pejuang. Berbeda dengan kasus Aceh dimana pasca Tsunami, Pemerintah Indonesia tahu siapa-siapa saja harus berurusan dari mulai komandan pejuang di lapangan maupun elit mereka di luar negeri, sehingga ini memudahkan mereka bernegosiasi.

Ketidakjelasan status para wakil Pejuang yang akan dibawa untuk berunding nanti menjadi fokus kritik dari ICG, karena mereka beranggapan bahwa hal ini sangat krusial yang akan menjadi tolak ukur hasil perundingan nantinya. ICG menjelaskan bahwa Pejuang Kemerdekaan Patani di  Selatan Thailand sudah mengalami desentralisasi gerakan yang mengakibatkan sulitnya mendeteksi siapa-siapa atau kelompok-kelompok mana yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap proses perdamaian.
 
Dede Kurniawan, Mahasiswa University Paramadina 







DARI: http://dangerofpatani.blogspot.com/2013/01/gagalnya-rundingan-dalam-konflik.html 

سوده چوكوف ڬنف 40 تاهون مجله اورڠ ملايوفطانى يڠ سوده هيلڠ فد رواڠ مشاركة سمفادن سلاتن

อาซาน
مجله أذان ادله سبواه فڽيباران فڠتهوان علموأڬام,فركمباڠن فوليتيك,إيسوسماس,فركمباڠن دعالم ملايو دان سباڬيڽ,اي جوڬ سباڬي لافڠن باڬي فنوليس٢ تمفاتن اونتوق مڠموك كن كريا٢ مريك كفد مشاركة سموڬ دافت دباچ سرت دافت مڠاسه كن فميكيران ملالوي رواڠن دهلامن٢ مجله سفرت فويسي,چرفين,فنتون ملايو, شراحن دان سباڬيڽ
مجله اذان د چتوسكن فد بولن شوال 1392 هجرية يڠبرسمأن دڠن بولن تنواكوم  2515بوذادية,يڠد أوسهاكن اوله تناڬ انق مودا ملايوتمفاتن سنديري,دڠن نية يڠ بأيك سفاي مشاركة فطانى ايت دافت ادجوڬ سبواه مجله أخبارملايو يڠ برتجوان خاص اونتوق اورڠ ملايوسنديري,ميسكيفون تيدق بڬيتوسام دڠن مجله ملايو يڠ لأين, يڠ مان فد كتيك ايت مشاركة فطانى ماسيه ددالم كأدأن ترتكن دري برباڬي رينتاڠن,تراوتام ڬرقكن دبيدڠ فوليتيك يڠ سماكين هاري سماكين هاڠت دان سماكين ترتيندس ملالوي داسر٢ دري فيهق يڠ بركواس ترهادف مشاركة ملايو فد ساعة ايت
دسمفيڠ ايت مجله ترسبوت ادله سوات كڬياتن دالم ممفرتاهنكن إيدين تيتي بڠسا يڠ سدڠ ددالم كأدأن يڠ ساعت ڬنتيڠ ,كران رعيت دفقسا منجالني هيدوف مڠيكوت تلونجوق داسر٢ كراجأن يڠ سوده ترموات دالم فرلمباڬأن نڬارا, ستيف إيسفيق كهيدوفن يڠ تله دڬاريسكن دالم فاصل أوندڠ٢ داسر,يڠ برتجوان سفاي سلوروه رعيت جلات منجادي ساتونڬارا ساتوبدان ساتوكبودايـأن يأيت سموافندودوق فستي ملقسناكن اف يڠ سوده د ڬاريسكن اوله فمرينته ,دمان فد كتيك ايت بودايا ملايو ماوفون أڬام  سريڠ د ڬڠڬوي دچروبوهي همفير ستيف سودوت ,سدڠكن رواڠن اتوفون ميديا يڠ منجادي سوارااونتوق مشاركة ملايوتيدق فرنه اد سبلوم اين ولوساتوفون, بأيك بيلاڠن ميڠڬوان,بولنن افته لاڬي مجله تاهونن!

อาซาน
مجله أذان ساله ساتو مجلة يغ د كلواركن أوليه فمودا فمودي ريفولوسينير فطاني كتيك ايت
واجه بنتوق مجله اذان يڠ فرتام فد كتيك ايت دكلواركن فد سمفنا هاري راي عيدالفطرى تاهون 1392 هجرية ( 2515ب.) يڠ برڬمبر مسجد يڠتركلوار كلمة فركتأن "أذان"سچارا كراففيك دفونچوق تياڠ منارادأتس, دڠن ادڽ أڠكا 1 يڠبرأرتي بيلاڠن يڠ فرتام سبله كيري دباوه
 دبهاڬين كوليت دالم دباوه نام مجله اذان ترتوليس أية "مڽيبارفڠتهوان إسلام" سلأين دري ايت منرڠكن جوڬ بهوا مجله اين دكلواركن اوله فرساتوان سكوله سواستاأڬام إسلام دان برسرت جوڬ دڠن نام٢ أڠڬوتا يڠ بر كنأن يأيت  عبيدالله محمود سباڬي ريدقسي,إسمعيل لطفى سباڬي تيمبالن ريدقسي,حاج أدم يوسوف سباڬي ستياأوسها,دان بسمان ديوانئ تيمبالن ستيااوسها برسام جوڬ دڠن سناراي نام٢ فنوليس دان أهلي جواتن كواس سباڽق 18 اورڠ ,يڠ مان فد كتيك ايت أنچئ ذينالعبدين تؤمينا سباڬي فنصيحة, دهلامن يڠ سام جوڬ ترموات كات٢ فڠهرڬأن يڠدفافاركن اوله حاج عبدالرحمن چأفأكيا كتوافرساتوان سكوله سواستاأڬام إسلام يڠ مڠوچفكن تريماكاسيه كفد فيهق يڠ براوسها مڠلواركن مجله اين, يڠ سمفنا دڠن هاري كبسران أڬام فد كالي اين اونتوق منفعة باڬي اديق٢ فلاجر,مهاسيسوادان جوڬ فمباچ سكالين
فد هلامن يڠ فرتام دالم مجله تردافت فراكات دري ريدقسي يڠ مڠات كن بهوا فد تاهون 1932 هجرية ( 2515ب.)ادله سواتوتيتيسن يڠ برسجاره,يڠ مان دافت دچيفتاكن سبواه باهن بچأن باڬي فمباچ, سباڬي ساهوتن سوارافڠڬيلن يڠد ننتي٢ كن درومه, يأيت دافت منچيفتاكن سبواه مجله اذان يڠ مڠندوڠي علمو٢فڠتهوان دان أڬام, كبودايأن, چرفين دان يڠ لأين لاڬي, دان تله فون دبريتاهوكن تنتڠ مقصود دان تجوان باڬي مجله اذان اين أمفت فركارا يأيت
-1اونتوق مڠڠكتكن طارف د سڬي توليسن, توليس منوليس
-2سفاي منمبهكن باهن٢ بچأن ملايو
-3اونتوق مندوروڠكن دان منمبه ايسيڽ يڠ لبيه منفعة باڬي فمباچ ٢ سموا
-4اونتوق منيڠكتكن فڠتهوان علمو أڬام إسلام
دسمفيڠ ايت جوڬ د اوندڠكن دري كلاڠن فارا ڬورو, فلاجر,مهاسيسوا دان فمباچ عمومڽ ,مڠهنترچالونكن كاراڠن,چرفين, فويسي مريك تأكچوالي فڠونشوران دان جوڬ فنداڠن اف سكالي فون ملالوي مجله اين, سلأين ايت فراكات ألوان ريدقسي دالم مجله ترسبوت مڠات كن لاڬي بهوا, كيني سوده فون تيباماسڽ باڬي أهلي علمية كيت سموا, دافت ممبوككن حجاب يڠ تله ترتودوڠ كرياوان دماس يڠ لالو, سمنجق دري مول ممبوات كاجين (مقالة)د يونيبرسيتي,دان فد أخيرڽ دسودهي دڠن مڠاتكن بهوا, مجله اذان بوكن له مجله بولنن تتافي سباڬي مجله يڠد كلواركن فد كسمفاتن سمفناڽ دهاري كبسران إسلام
دالم مڠيسيكن إيسي٢ كندوڠن دالم مجله اذان ايت نمفقڽ ممفڠاروهي دري مجله٢ ملايو يڠد جوال دفاسران فد ماس ايت يأيت مجله ملايودري مليسيا,اتودكاتكن لاڬي بهواروف اتوچارا مڽوسون إيسيڽ مڠيكوت كفنتيڠن إيسي٢ كندوڠندان أجرانڽ, يأيت اي دأوتامكن فرمان توهن (ألقران) سباڬي مقدمة مجله,سبب ايت له دالم مڠاتوركن إيسي٢ كندوڠن سمواددالم مجله اذان دمول كن دڠن فنتفسيران أية٢ سوچي, يڠ مان هوراين تفسير ألقران دالم مجله يڠ فرتام ايت د ليبركن هيڠڬك دسمبوڠكن مجله يڠكدوا
ددالم فڽوسونن سڬل إيسي كندوڠن مجله اذان اين, بربنتوق يڠ سام تيدق اد فربيذأن سمنجق دري بيلاڠن أول هيڠڬ ستروسڽ
كندوڠن ايسي دالم مجله اذان يڠ فرتام (مقدمة) بربنتوق بريكوت
هلامن  فرتام ,كات ألوان دري ريدقسي اوله عبيدالله  محمود, يڠ مڽاتكن تنتڠ مقصود دان تجوان باڬي مجله اذان اين بهوايڠ برتجوان سفاي اونتوق منمبهكن باهن٢ بچأن بهاس ملايو,دان منجادي سواتو رواڠن باڬي چردكياوان ملايودالم مڽيباركن كرياتوليسن مريك
هلامن 2 دوعأ منرڠكن هاتي اوله أيه عيل لطفى براأول
هلامن 3 تفسيرأية ألقران اوله إبن الكريم  بوكيت كوليم
هلامن 5 8,6- تڠڬوڠجواب سسؤرڠ فلاجرإسلام ترهادف أڬام اوله عمري سكوله رحمنية براأول
هلامن 7 كولم ڬمبر بربهاس
هلامن 9 خطبة هاري راي اوله حسن حسين سكم
هلامن  11 چرفين "كاوله يڠ ساله" اوله حاج أديف دوسون
هلامن 14 فويسي "مڠيڠاتي اديق كو حسن شهدان" اوله شيخ ألأانصارى فادي يو
هلامن 15 فويسي "عيدالفطرى" اوله إي إيل دامق ند تبيڠ تيڠڬي مايور
هلامن 16 "چارا منديديق" اوله نئ عبدالرحمن نئ عبدالرسول بودي
هلامن 18 كولم أوخواة اذان / سناراي نام أڠڬوتا اذان
هلامن 19  فڠرتين إيكونومي اوله عبدالوهاب محمد
هلامن 21 فأيده(كلبيهن) ممباچ اوله أبڠ عدلم دوسون ڽور
هلامن 24 عملن يڠ صاليح فرهويوڠن أنتارا مأنسي دڠن توهن اوله أيه رحمن طاهير دووا مايور فطانى
هلامن 26 كولم فڠتهوان ريڠكاسن علمو فروباتن "چيفتأن داره " اوله بهرين حسن عبدالرحمن
هلامن 28 فوروم مهاسيسوا
كوليت بلاكڠ سبله دالم اياله قاموس اذان بيلاڠن فرتام
اين له بنتوقڽ سبواه مجله يڠ تله ممفرسمبهكن جاتي ديري ملايوفطانى فد سوات كتيك, دتڠه ڬلومبڠ ففراڠن إيدينتيتي يڠ سدڠ دلنچركن اوله فمرينته تهاي فدوقتوايت, سفرت داسراوندڠ٢ فنديديقكن يڠ براوسهااونتوق مڠهافوس كن بهاس تمفاتن(ملايو) دان دڬنتيكن دڠن بهاس كبڠسأن تهاي, تراوتام ددالم سكوله رنده سفاي سموارعيت ايت دافت بربهاس دڠن بهاس تهاي, مك دڠن مونچولڽ مجله اذان اين سأكن٢ ملينتاڠي كهندق دان واواسن فمرينته يڠ مڠألو٢ كن كيمفين بركبڠسأن تهاي بربهاس تهاي دڠن تيدق دسڬانى ترهادف فمرينته,دمي اونتوق ممفرتاهن جاتي بڠسا سباڬي توڬس يڠ هاروس دفيكولكن اوله جنراسي مودا يڠ ڬاڬه لاڬي صيحة
كيني سوده فون چوكوف فوسيڠن 40 تاهون يڠ مشاركت ملايوفطانى سوده هيلڠ فرمات نيلم يڠ تأدافت دهيتوڠكن هرڬڽ
سياف لاڬي يڠاكن ممبڠكيتكن كمبالي جكلوبوكن جنراسي كيت يڠ بارو اين !
-อ้างอิง – สะรอนี ดือเระ. เสียงเพรียกใหม่:  นิตยสานอาซานและกลุ่มปัญญาชนใหม่ในปาตานีกลางทศวรรษ 2510. ใน รุไบบยาต: วารสารวิชาการด้านเอเชียศึกษา ปีที่ 2 ฉบับที่ 3, กรกฎาคม – ธันวาคม 2554 สภาวะความเป็นสมัยใหม่อันแตกกระจาย: การค้นหาประวัติศาสตร์สังคมวัฒนธรรมปาตานี
 http://www.deepsouthwatch.org/dsj/3722 :دري

رسالة دري فنجارا فطانى "سنجات مجاهد"


กกكرياتوليسن دري تاوانن كاسوس كأمانن,برمول دري عملن هارين منجادي سبواه رسالة كچيل بچأن وريد دالم سهارين,يڠ برتوليسن تاڠن,منچريتاكن بهوا فنديديقكن مندوروڠكنڽ ايڠين منجادي فنوليس,مموهون اڬرمريك يڠدظاليمي ايت ترلفس دري فنينداسن
                           
 فدسوات هاري درواڠ بيليق بسر فنجاراتڠه فطانى, دالم كالڠن اورڠ فموداديواس ببراف اورڠ, سدڠ برڬرق مولوت دسمفيڠ ايت جاري تاڠن مريك دبيلڠ٢ بوتيران تسبيح,سؤله٢ منجادي سوات عملن هارين باڬي مريك د وقتويڠ لافڠ,مسكيفون كتيك مريك سدڠ ددالم مجليس فڠاجين
كلاكوان دمكين بوكن سوات فركارايڠ فليق باڬي مريك يڠ ورع دالم أڬام,يڠ سريڠ مڠيڠاتي كفد يڠ مهاإسا (ذكرالله) دڠن مڽبوت نام٢ توهن براولڠ٢,سباڬي مان جوڬ دڠن مريك يڠبراد دلوارفنجارا,هاڽ كدودوقكن مريك دسڬي كاسوس سهاج يإيت اورڠ يڠدتاهن دالم كاسوس كسلامتن
دڠن برذكر ايت له تله دعملكن سباڬي عملية هارين, سفرت ممينتأ دوعأ,اتوبرموهون كفدتوهن,دسمفيڠ مموجيكن توهن دڠن سچاراترسمبوڽي ,يڠدكاتكن سباڬي سوات عبادة,اتوسوات كبأيككن يڠ تله دتولاداني اوله نبي بسر محمد (ص)
منجادي  سوات فريلاكو يڠ منيمبولكن فرسؤلن يڠ أڬق سوليت ترهادف ڬمبران ترسبوت, مڠاف كه مريك يڠ ورع دان فريلاكوسدمكين تله منجادي سيمبوليق (كبياسأن) باڬي مريك يڠ سوده دتاهن دالم فنجارا
دأنتاراد كالڠن مريك اديڠ ممڬڠ سبواه رسالة كچيل دالم تاڠن مريك,يڠبرڬمبر مسجدكروسيك يڠترتوليس دڠن توليسن جاوي يڠ برجودول: رسالة اين يڠدنام كن دي " سنجات مجاهد"
نام اين يڠيرمقصود يهوارسالة يڠ كچيل اين ادله ألة باڬي مجاهد (فجواڠ) 
فركتأن "سنجات" اين يڠد مقصودكن دڠن سبدانبي بسر محمد (ص) يڠبر مقصود "دوعأادله سنجات باڬي اورڠ مؤمن,........."
กก
دعاء ايت سنجات مجاهد دجالن الله تعالى سبواه بوكو دكارغ اوله مجاهد فطاني دالم فنجارا سيام
رسالة يڠكچيل اين ادله سؤمفام فندوان اونتوق برعبادة دالم سهارين,جك سسياف يڠ برحاجة يڠ تيدق برچڠڬه دڠن إسلام,مك بردوعأدڠن برإستقامة ايت,ساڠت لايق باڬي ستيف فكرجأن يڠ اكن دلاكوكن
مالهن باڬي فنداڠن مريك, بوكواين ساڠت برمعنى لبيه دري بوكو٢يڠ لأين, يڠ دجوال دفاسران ايت,كران اي ادله سبواه بوكوكچيل يڠ مريك منوليس دڠن تاڠن مريك سنديري سبلوم دچيتق جوال
فنوليس بوكواين يڠ ماسيه دتاهن دالم فنجارا مڠات كن تنتڠ بوكو اين بهوابوكواين مڠندوڠي سباڽق 118 دوعأ دان تبل سورت سموا 230 موك,دڠن دكوتيف كن دري ببراف بواه كتاب أڬام لبيه كورڠ دري 14 بواه كتاب,سمواڽ دهورايكن دڠن بربهاس ملايو حروف جاوي,يڠدبيچاراكن بركنأن ترتيب٢, چارامڠعملكن دوعأ٢يڠترتنتو,كچوالي دوعأدان أية٢ ألقرأن يڠ بربهاس تولين
"ساي منوليس كن بوكورسالة يڠ كچيل اين ,كران مندافت دوروڠن دري قيصه رواية هيدوف" سيد قطب" سؤرڠ توكوه فڠڬراقكن إسلام نڬري مصر,فد أبد يڠك 20 يڠ مان بليو فرنه منوليس ببراف نسخه كتاب سماس بليودفنجاراكن, سفرت تفسير ألقرأن "
اورڠ يڠبرأڬام
اي مڠات كن لاڬي بهوا,سوفاي مشاركة يڠبراددلوار, بركليهتن اورڠ يڠددالم فنجاراايت بوكن له بواڠن(سمفه) مشاركة اتواورڠ يڠ تيدق بأيك,كران اورڠ يڠد تاهنكن ايت ممفوڽإي صفة كصبران يڠ تيڠڬي,دڠن ادڽ ماس يڠ لافڠ دالم ممباچ بوكو٢ ,ممفلاجري علموفڠتهوان, ممبواتكن اورڠ يڠد دالم فنجاراايت دافت منوليس جوڬ
ددالم مڠأوساهاكن سفاي مريك يڠدفنجارادالم كاسوس كسلامتن ايت براددالم ڬاريسن اڬام,لالومنيمبولكن سوات كڬياتن يڠ ساڠت فنتيڠ سكالي بإيت مجليس برمحاسبه, تنتڠ عمل عبادة فدستيف بولن,يڠ مان درڠكوميكن دڠن بچأن دوعأ٢ ,مك بوات اي ترفقسا منوليس برباڬي٢ دوعأكدالم قرطس ,كمدين دفوتوكوفيكن دان دبريكن كفدكاوان٢ يڠبراد ددالم فنجاراايت,يڠ مڠڬونكن درواڠ مصلى سباڬي تمفت برمذكره (بلاجر)دستيف هاري,دان دبريكن كن جوڬ كفد فڬاواي فنجاراسرت كفد مريك يڠ تله مڠون جوڠي كسيني
 اي (فنوليس), ادله سؤرڠ ڬورو يڠ مڠاجر كن علموأڬام دمصلى(فنجارا) اين ,مڠات كن بهوااي تله مڠادكن كڬياتن ترسبوت لبيه كورڠ دري ساتوتاهون لامڽ,لالوبرفيكيراونتوق مڠومفولكن سموادوعأ٢ يڠترسبوت منجادي سبواه بوكوفندوان سفاي لبيه موده اونتوق دباچ
"كمدين لالوساي برمول منوليس دوعأايت دڠن تاڠن سنديري دڠن كسوڠڬوهن, برمول دري 1محرم تاهون1432 هجرية برسمأن دڠن بولن ديسيمبر تاهون 2555 بوذادية ,يڠ مان مڠڬون كن ماس سلام 16 هاري دالم منوليس ايسي كندوڠن سموا"
"كمدين دكيريم اونتوق دچيتق سباڽق100بواه سهاج,يڠ مڠڬون كن مودال فربلنجأن لبيه كورڠ 3,000 بات,سبهاڬينڽ دكيريم كفدتوان ڬورو يڠ ساي فرنه بلاجردڠن بليوجوڬ,سفاي دتسحيحكن سكالي لاڬي,دان ستڠه فول دبري كفد تمن٢ دالم فنجارا سموڬ سام ٢ مڠتسحيح كن كسالهن دڠن ممباچڽ دڠن برإستقامة فدستيف هاري,يڠ مان مڠڬون ماس دالم مڠتسحيح كن ايت سلام 4 بولن"
ستله ايت كمدين تله دممفربأيككن لاڬي دڠن منمبهكن ببراف دوعأسلأين درفد دوعأ٢ بولنن,دان جوڬ منمبه فنتون ملايو يڠبركنأن دڠن عقيدة تنتڠ هاري كسودهن (هاري قيامة)دان ممفربهاروي كلمة٢ يڠ ساله,سبلوم دكيريم چيتق سكالي لاڬي سباڽق 1,000بواه يڠ منلن فربلنجأن سباڽق 20,000بات دان دجوال هابيس دڠن وقت يڠ سيڠكت
"دويت سباڽق 20,000 بات ايت سفاورهڽ ممنجم دري تمن٢ دالم فنجارا 5,000 بات,دان دري إستري 5,000 بات دان دري تمن٢ دلوار سباڽق 10,000 بات"
كمدين دفربأيكن لاڬي سباڬي كالي يڠكدوا,مڠڬونكن ماس ديسيني سلام5 بولن سبلوم دكيريم چيتقكن سمولا سباڽق 2,000 بواه دان دجوال هابيس جوڬ,خلاصهڽ سوده دچيتقكن سموا 3,100 بواه,دافت واڠسمواسباڽق 60,000 بات ستڠه دري حاصيل ايت دصدقة كفد واريث٢ تمن سفنجارا يڠ بركمسكينن
دان سكارڠ دچيتق تمبهكن لاڬي سباڽق 1,000 بواه اونتوق دجوال دكداي٢ بوكو,يڠ مان ددالم كأوسهاأن منچيتقكن بوكورسالة اين مندافت كموداهن دري فڬاواي فنجارادڠن بأيك,سهيڠڬ مريك منولوڠ فرڬي ملتق بوكوسفاي دجوال دكداي٢ دالم فنجارا سباڽق 300بواه دان سوده فون هابيس
اي جوڬ تله منچريتكن لاڬي بهوا سكارڠ سدڠ منوليس سبواه بوكولاڬي يڠ برجودول "اف اددسباليق فنجارا" سفاي اونتوق مڠموك كن تنتڠ كهيدوفن مريك يڠبرادددالم فنجاراايت
ڬون اف دالم منوليس
افبيل دتاڽ كن بهوا ڬون افكه دالم منوليسڽ سدڠكن ماسيه ددالم فنجارا,اي منچريتاكن بهوااي مڠڬون كن قلم دعوات اي منوليس دأتس سيسا٢ قرطس بڠ لبيه دري مشوارات سممينار دالم فنجارا,كمدين دكيريم كفدإستريڽ اونتوق منچيتق بوكوايت دكداي بن حلبى فطانى
ولوفون دالم فنجاراادكداي٢ جوالن,تتافي قلم دعوات تيدق ادجوال دان دلارڠ كرس ممباوأماسوق كدالم فنجارا كران تاوانن ايت سريڠ دڬون كن اونتوق مڠوكيردتوبه٢ مريك,فستي د مينتأكإيذينن دري فڬاواي سفاي إستري ساي دافت دباوأماسوق 2-3 فينا,تتافي جك دعواتڽ سوده هابيس مك توڠڬو 2-3  هاري فول سمنتارادافت دعوات ايت
دان تنتڠ أسباب مڠافكه دڬون لمبڠ مسجد كروسيق سباڬي ڬمبران كوليت رسالة ايت,تتافي جوابن يڠكلواردري سوارامريك, منجادي فرسؤلن كمبالي يهوا "افكه كسالهن مسجد كروسيق ايت كنافكه اي دباكر سباڬي مان يڠ تله درواية كن دالم سجارة سيلم ايت" "اي جوڬ سفرت ساي افكه كسالهن ساي,مڠافكه ساي دتڠكف؟"
اي منچريتاكن تنتڠ سبب اي دفنجاراكن,كران اي دتودوهكن اتس كاسوس كسلامتن سباڬي فمبرونتق,اي دحكومكن اوله فڠاديلن أول دڠن دفنجاراكن سلام 12 تاهون,كمدين تله دبوات رايوان كمحكمه رايوان سكارڠ سدڠ منوڠڬوكفوتوسن دري محكمه أڬوڠ
اي مڠهارف سموڬ محكمه اڬوڠ, دترباليقكن كفوتوسن ايت كران مريك يقين بهوا مريك تيدق ترليبت دڠن كجادين يڠ تيدق أمان ايت سام سكالي,تتافي سبب يڠ مريك دتڠكف كن ايت ادله كران مريك منجادي سؤرڠ ڬوروأڬام دسبواه سكوله دفطانى,يڠد شقي اوله فمرينته بهوااي ادترليبت دڠن كجادين ترسبوت
دي ممبري فنداڠن تنتڠ جالن ممبيناكدامين دالم كاواسن ويلاية سمفادن سلاتن بهوا فستي مڠيكوت كهندق فندودوق تمفاتن,مك ستيف مسأله اكن دافت دسلسيكن دان فستي مڠلواركن اڠكاتن تنترادري كاواسن جوڬ
دوعأ سفاي ترلفس دري كظاليمن
بوكورسالة يڠ أمةكچيل اين تيادفربيذأن دري بوكو٢ أڬام يڠ لأين,تتافي سوات كرياوان يڠد اوسهاكن اوله مريك يڠدتاوان كن ددالم فنجارا,سفاي دڬون كن اونتوق برعبادة جوا,سموڬ اورڠ مسلم سكالين دافت مڠڬون كنڽ اونتوق مموهون كفد توهن سفاي ترلفس دري سڬل كظاليمن,تياد تجوان لأين
افبيل دبوك كن دبهاڬين أول دري بوكواين,كيت اكن ترليهت فرمولأن دڠن فركتأن "دوعأادله سنجات اورڠ مؤمن" يڠترتوليس دالم ليڠكوڠن ڬمبركراوات,يڠدنوكيركن دڠن تاڠن,يڠبرمقصود دڠن فنجارا,دان ڬمبردوابله تاڠن يڠتربوك يڠ سدڠ دڬاريكن يڠبرمقصود "مريك يڠد دظاليمي ايت سدڠ ممينتأفرتواوڠن دري توهن سفاي اكن ترلفس دري كظاليمن" دان باڬي ڬمبر لوكيسن بوڠاراي فول يڠبرمقصود دڠن سيمبوليق باڬي اورڠ ملايو ايت سنديري.
 دري: http://www.deepsouthwatch.org/dsj/3617

Isnin, 2 Julai 2012

مغنلي سلطان محمد الفاتح فمبوكا دان فمبيباس




SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH
Sabda Rasulullah S.A.W. ketika menggali Parit Khandaq; “..Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera……”  (Hadis riwayat Imam Ahmad)
Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Constantinople untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah swt di dalam Hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, 5 kempen di zaman Kerajaan Umayyah, 1 kempen di zaman Kerajaan Abbasiyah dan 2 kempen di zaman Kerajaan Uthmaniyah.
Di dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar Nabi saw iaitu Abu Ayyub Al Ansary R.A. telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Kerana aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Constantinople”. Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi saw.
Hadis Nabi saw ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al Fatih, khalifah ke-7 Kerajaan Uthmaniyyah dan 150,000 orang tenteranya.
Siapakah Sultan Muhammad Al Fatih? Apakah kehebatan Baginda dan tentera-tenteranya sehingga disebut “sebaik-baik raja” dan “sebaik-baik tentera” di dalam hadis tersebut.



PENGENALAN

Baginda dilahirkan pada 26 Rejab 835 Hijriah (29 Mac 1432 ) di Adrianapolis (sempadan Turki – Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup Baginda sebenarnya telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai “sebaik-baik raja” di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenali dengan gelaran Muhammad Al Fatih kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.
Baginda menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (855 – 886H / 451 – 1481M). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen peperangan. Baginda mangkat pada hari Khamis, 4 Rabiul Awal 886 bersamaan dengan 3 Mei 1481 kerana sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat Baginda diracun.  

PENDIDIKAN
Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Di dalam bidang keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al Wali dikatakan dari keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq R.A. Di dalam ilmu peperangan pula, Baginda diajar tentang tektik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera.

Di dalam bidang akademik pula, baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek,  Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketenteraan, sains, matematik. Di dalam bidang Ilmu politik pula, ayahandanya, Sultan Murad II, ketika memencilkan diri di Pulau Magnesia, telah melantik Baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan Khalifah. Ia bertujuan untuk mendidik bagina dalam usia yang sebitu muda. Walaupun begitu baginda telah  matang menangani tipu helah musuh.

KEPERIBADIAN
Muhammad al-Fatih merupakan seorang sultan yang mementingkan kekuatan dalaman dan luaran para tenteranya. Baginda seorang pemimpin yang hebat, warak dan tawaduk selepas Sultan Salahuddin Al-Ayubbi (pahlawan Islam dalam Perang Salib) dan Sultan Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di Ain Jalut menentang tentera Mongol). Malah sifat-sifat baginda dan tenteranya telah diisyaratkan oleh Rasulullah S.A.W dalam hadis.
Baginda sentiasa bersifat tawaduk dan rendah diri. Semasa membina Benteng Rumeli Hissari, Baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulamak-ulamak dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja
Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahsia pemerintahan. Baginda sangat cintakan ulamak dan selalu berbincang dengan mereka tentang permasalahan negara.

PERSIAPAN AWAL MEMBEBASKAN CONSTANTINOPLE
Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota Costantinople setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang tentang strategi yang sesuai untuk digunakan.
Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang boleh menembak bom seberat 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit.
Selat Bosphorus dari Satelit
Benteng Rumali Hisari
Peta di dalam benteng Rumali Hisari
Bosphorus adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bahagian Eropah dan bahagian Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Selat ini sepanjang 30 kilometer, dan lebar maksimum 3.7 kilometer pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisar? dan Rumelihisar?. Kedalamannya antara 36 hingga 124 meter.
Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah dibina oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang melintasi Selat Bosphorus. Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan Hungary untuk memencilkan Constantinople apabila diserang nanti.
Baginda membawa bersama para ulamak dan pakar motivasi ke medan perang bagi membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu Kota Constantinople, Baginda mengarahkan dilaungkan Azan dan solat berjemaah. Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.

MELANCARKAN SERANGAN KE ATAS CONSTANTINOPLE
Setelah segala persiapan lengkap diatur, Baginda menghantar utusan kepada Raja Byzantin meminta beliau menyerah. Keengganan beliau mengakibatkan kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding tengahnya masih teguh.
MENARA BERGERAK
Seterusnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka.

BANTUAN DARI POPE VATICAN
Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah armada yang dipenuhi dengan senjata dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk menghalang kemaraan armada Uthmaniyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Byzantin.
Rantai direntang sepanjang Teluk Golden Horn
Rantai yang digunakan oleh tentera Byzantin untuk menghalang armada al-Fateh

PERANG DARI PUNCAK GUNUNG
Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran 72 buah kapal perang Uthmaniyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Tektik ini diakui sebagai antara tektik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota.
                                           
Kapal-kapal perang tentera Byzantin habis terbakar kerana bedilan meriam Uthmaniyah. Pertahanan Byzantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada Hadis Rasulullah saw dan bersama-sama berdoa kepada Allah swt.

MEMANJAT DAN MELASTIK DINDING
Keesokan paginya tentera Uthmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Byzantin menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan bedilan meriam diteruskan sehingga tengahari.

KARISMA SEORANG PEMIMPIN
                                         
Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan  telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini Baginda berucap menaikkan semangat tenteranya, “Wahai tenteraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku!”.
Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera Baginda mengetuai sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan pertahanan Byzantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.

PENAWANAN CONTANTINOPLE
Pada 20 Jumadil Awwal 857 / 29 Mei 1453, Kota Constantinople jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan) . Gereja Besar St Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawaduknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran “Al Fatih” iaitu yang menang kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.

SEBAIK-BAIK RAJA DAN SEBAIK-BAIK TENTERA
Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tenteranya termasuk dirinya bangun lantas bertanya, “Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan solat fardhu walau sekali sila duduk!”. Tiada seorang pun yang duduk, kerana  tidak seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu.
Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat rawatib sila duduk!”. Sebahagian daripada tenteranya duduk.
Kemudian Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!”. Kali ini semuanya duduk, kecuali  Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri. Baginda tidak pernah meninggalkan solat fardhu, Solat Sunat Rawatib dan Solat Tahajjud sejak baligh. Inilah dia anak didikan Syeikh Shamsuddin Al Wali. Bagindalah sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadisnya itu.

INGATAN
Memikirkan tentang kehebatan al-Fateh dan tenteranya... suatu ketika, dalam perjalanan menuju ke Constantinople, tentera al-Fateh melalui sebuah kebun anggur yang besar dan buahnya sedang masak ranum. Namun, sebelum melalui kebun tersebut, al-Fateh telah mengingatkan tenteranya supaya jangan diambil anggur itu walaupun sebiji.
Perjalanan diteruskan hingga sampai di suatu tempat, mereka berehat. Setelah didirikan khemah dan berehat, pembantu al-Fateh keluar dari khemah dengan wajah yang sugul dan memanggil semua tentera berkumpul. Para tentera diberitahu bahawa al-Fateh telah jatuh sakit. Setelah diteliti oleh tabib, ubat yang diperlukan adalah sebiji anggur. Maka dia bertanya kepada seluruh tentera, siapa yang mempunyai buah anggur, kerana jika tidak, mungkin al-Fateh akan terus sakit dan mati. Malangnya, tiada seorang pun tenteranya mempunyai buah anggur. Lalu tahulah al-Fateh, bahawa tenteranya bukan sahaja kuat dari segi fizikal, malah rohani mereka juga. Benarlah, tidak seorang pun dari tenteranya yang mengingkari perintahnya. Maka keluarlah al-Fateh dr khemah, dan memuji tenteranya dan menerangkan kepda mereka maksud sebenar.
Mampukah tentera kita menyaingi kehebatan tentera Islam di zaman al-Fateh

برفيكير كايا دان جارا سلطان محمد الفاتح

Oleh : Muhamad Syaari Ab. Rahman, Penulis Buku “Kuasa Kepemimpinan

Sabda Rasulullah S.A.W. ketika menggali Parit Khandaq; “..Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera……”  (Hadis riwayat Imam Ahmad)

“Ketika anda menyaksikan tanah kasar Ioannina, Shkoder and Bosnia, anda pasti akan benar-benar mengenali betapa dahsyatnya ketelitian dan kecanggihan strategi ketenteraan dan usaha diplomatik (Sultan Muhammad) untuk membuka Balkan.” – Profesor Ilber Ortayli, Pengarah Muzium Diraja Topkapi dan Profesor Sejarah di Universiti Galatasaray


Seorang guru pengurusan dan kepimpinan terkenal di dunia pernah ditanya :

Penyoal : “Tuan, hampir mustahil untuk saya mengubah tabiat lama saya. Adakah modul 7 Habit tuan realistik untuk orang seperti saya ? Atau adakah saya ini seorang yang unik ?”

Stephen R. Covey : “Anda tidak keseorangan. Anda bukan orang pertama merasainya. Biar saya terangkan mengapa.

Pernahkah anda melihat penerbangan kapal angkasa Apollo 11 atau menonton video klip atau filem mengenainya ?

Soalan saya kepada anda, waktu bilakah kapal angkasa itu menggunakan tenaga dan kuasa terbanyak untuk berlepas ke angkasa lepas ?



Adakah ketika ia terbang sejauh suku juta batu ke bulan ? Ketika balik ke Bumi ? Ketika mengelilingi bulan ? Ketika pemisahan dan penyambungan semula modul-modul lunar dan kawalan ? Ketika berlepas ke bulan ? Tidak sama sekali. Malah bukan gabungan dari semua itu.


Ia adalah saat ketika Apollo 11 berlepas dari bumi, dan ia berlaku hanya dalam beberapa minit sahaja. Lebih banyak tenaga bahan api digunakan di dalam beberapa minit pertama untuk berlepas dari bumi. Dalam perkataan lain, bahan api dan tenaga dilepaskan paling banyak ketika beberapa batu pertama pengembaraan daripada apa yang telah digunakan di dalam setengah juta batu untuk beberapa hari seterusnya. 

Kenapa ia terjadi sedemikian pada pandangan anda?

Tarikan graviti beberapa batu pertama adalah sungguh kuat. Lantas ia memerlukan tolakan dalaman yang lebih kuat dari tarikan graviti dan rintangan atmosfera untuk menerjah ke dalam orbit. Namun, setelah berjaya mencecah keluar, ia hampir tidak lagi memerlukan sebarang tenaga untuk melakukan semua perkara-perkara lain itu. Malah, salah seorang dari angkasawan itu pernah ditanya mengenai berapa banyak tenaga yang telah digunakan apabila modul lunar tersebut telah berpisah dari modul kawalan untuk mendarat dan menerokai permukaan bulan. Maka dia menjawab. “Kurang dari pernafasan seorang bayi.”

(Sumber : Tabiat ke 8 Daripada Keberkesanan Kepada Keagungan, Stephen R. Covey, terjemahan Mohamad Radzi Zainal, mukasurat 386-387)

Pengembaraan Apollo 11 tersebut memberikan satu metafora yang jelas dan kuat untuk menerangkan pada kita apakah yang diperlukan untuk berpecah dan berpisah dari tabiat-tabiat lama dan mencipta tabiat-tabiat baru. Tarikan graviti bumi yang kuat boleh dibandingkan dengan budaya-budaya masyarakat dan budaya organisasi yang meluas yang mana kita adalah sebahagian darinya. Ini adalah dua daya yang amat kuat, dan anda mestilah mempunyai tekad dalam diri yang lebih kuat daripada kedua-dua daya tersebut untuk menjadikan proses pelepasan itu berlaku.


Islam dan Ops Sikap

Di dalam tradisi kesufian Islam, proses pelepasan dari sikap negatif dan budaya lama itu dipanggil juga sebagai “takhalli”. Ia bermaksud pengosongan dan pembersihan dari sebarang kekotoran dan pengisian. Ia adalah peringkat pertama dari tiga peringkat untuk mendapat darjat kerohanian yang tinggi. Hati, sebagai langkah pertama, harus dikosongkan. Ia mesti dikosongkan dari kecintaan terhadap dunia dan segala keinginan duniawi yang membinasakan. Hati yang sibuk pada dunia, saat ditinggalkannya, sudah pasti akan dihinggapi kesedihan, kekecewaan, kepedihan dan penderitaan. Justeru ia memerlukan satu keupayaan yang dinamakan “mujahadah”. Kemudian, barulah proses “tahalli” atau ‘installation’ iaitu pengisian hati dengan sikap baru dan budaya baru yang lebih diredhai oleh Tuhan dimulakan.


Proses ‘buang tebiat’ atau ‘OPS SIKAP’ sememangnya sukar, namun ketahuilah saudara, kesukaran dan kesusahan itu hanyalah di ‘beberapa minit’ yang pertama sahaja. Ia bukanlah kesukaran sepanjang masa. Apollo 11 mengajar kita hakikat kehidupan. Kesusahan hanyalah ketika mengendalikan secara ‘manual’ di peringkat permulaan, kemudian anda akan saksikan kenderaan diri anda akan selesa bergerak secara ‘auto’ tanpa perlu anda menggelabah lagi. Tekanan yang anda hadapi di peringkat permulaan kini bertukar menjadi kebiasaan, kebiasaan bertukar menjadi hobi, hobi bertukar menjadi karakter (attitude), dan akhirnya penerbangan diri anda yang ‘baru’ menjadi stabil hingga ke akhirnya. Bahan api yang diperlukan pada permulaan itu hanyalah bahan bakar bernama ‘mujahadah’.


Tuhan yang sama mencipta peraturan untuk Apollo 11 melepasi tarikan graviti dan atmosfera bumi, Tuhan yang sama mencipta peraturan untuk manusia melepasi tarikan graviti nafsu yang sangat kuat dan atmosfera kejahatan yang sering mendatangi diri yang mahu melakukan proses perubahan dan pelepasan.


Pernahkah anda mengetahui pengertian “Ramadhan” yang bermaksud panas membakar ? Mungkin soalan berikut akan memberikan kefahaman kepada kita bagaimana indahnya nama sebuah bulan yang dipilih Tuhan untuk disebut di dalam kitab suci Al-Quran dan seterusnya dijadikan bulan latihan berpuasa.


Masihkah anda ingat ketika anda berpuasa pada 1 Ramadhan lepas ? Bagaimanakah perasaan anda ketika jam menunjukkan 1 petang dan anda pula sudah kepenatan akibat separuh hari anda di pejabat tanpa seteguk air pun mahupun sepinggan nasi menjamah perut anda. Bandingkan pula ketika anda berada di penghujung Ramadhan. Pernahkah anda mengunci jam loceng anda agar berbunyi pada jam 5 pagi, namun jam tidak berbunyi dan anda ketinggalan sahur ? Samakah tahap kekecewaan anda tidak mampu bangun bersahur antara hari-hari pertama Ramadhan dengan hari-hari pertengahan dan akhiran Ramadhan ? Anda tetap dapat meneruskan puasa seperti biasa meskipun anda kekadang tertinggal ibadah sahur. 
Bandingkan pula anda baru pulang dari solat sunat ‘Idulfitri pada pagi 1 Syawal tersebut, ibu anda menjemput untuk menjamah kuih tat nenas yang dibuanya di atas meja. Bukankah timbul rasa bersalah dan kekok seketika untuk anda membuka mulut dan menghulurkan kuih tat nenas itu ke pintu gerbang perut anda ? Inilah impak 30 hari anda melatih diri untuk berlapar dan berlapar.


Selama 30 hari anda menghadapi tekanan untuk melawan fitrah anda terhadap makan dan minum, kini anda menyaksikan hasilnya. Bukan setakat itu sahaja medan latihan Ramadhan. Selama 30 malam anda menunaikan solat sunat tarawih di masjid dan surau. Tidakkah anda rasa bersalah untuk meninggalkan solat Isya berjamaah di masjid sebaik sahaja memasuki bulan Syawal dan bulan-bulan seterusnya? Inilah impak maksima latihan pengulangan aktiviti yang sama (the law of repetition of action) yang anda telah lakukan di sebalik kemeriahan moreh dan laungan takbir semasa bertarawih.


Bukan sekadar itu sahaja. Allah Maha Bijaksana, programnya juga sudah pasti Maha Bijaksana dan penuh dengan rahsia yang tidak mampu dibongkar dengan akal saintifik manusia yang terbatas. Selama 30 malam anda terpaksa untuk mengubah rutin harian anda dengan bangun di waktu menjelang Subuh. Anda terpaksa bangun untuk bersahur kerana anda tahu bahawa anda terpaksa makan dan minum secukupnya bagi menahan diri dari makan dan minum selama 13-14 jam di siang hari nanti. Tanpa sahur, anda tidak akan bertenaga di siang hari nanti. Anda tahu hakikat itu. Maka anda terpaksa ‘buang tebiat’ bangun selama 30 malam berturut-turut. Sedar atau tidak, bukankah dengan bangun untuk sahur itu, anda punyai lebih banyak masa dan tenaga untuk menunaikan solat malam dan tahajjud yang cukup sukar dilakukan di selain bulan puasa? Bukankah pada solat malam dan tahajjud itu tersembunyi kelebihan yang dahsyat sehingga Nabi yang dijamin Syurga sekalipun sanggup terbengkakkan kakinya akibat solat tahajjud yang diwajibkan ke atas dirinya sama seperti solat fardhu ?


“Dan bangunlah pada sebahagian dari malam serta kerjakanlah solat tahajud pada waktu itu sebagai solat tambahan bagimu semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkan kamu pada hari akhirat di tempat yang terpuji.” (Surah al-Israa’: 79)


“Puasa paling utama selepas puasa Ramadan adalah puasa (sunat) pada bulan Allah, iaitu Muharam, sedangkan solat paling utama selepas solat wajib adalah solat malam (tahajud).” Hadis direkodkan oleh Imam Muslim di dalam Sahihnya, nombor 1163.


Apabila memasuki bulan Syawal dan seterusnya, tidakkah timbul rasa bersalah untuk anda meninggalkan rutin anda yang baru iaitu bangun malam untuk bertahajjud meskipun anda sudah tidak perlu bersahur dan berpuasa. Demikianlah sahur itu dinaikkan martabatnya oleh Nabi sebagai ibadah berpahala besar, kerana ia hanyalah sebuah ‘proses’ untuk mencapai ‘objektif’ dan 'big picture' Ramadhan itu sendiri iaitu bangun malam dan bertahajjud di sepertiga malam.

Sabda Rasulullah S.A.W : “Barangsiapa bangun untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan diampunkan dosa, nescaya Allah akan menghapuskan seluruh dosa-dosanya yang lepas.” (hadis direkodkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)


Tidak cukup sekadar impak maksima Ramadhan pada pembukaan hariannya dengan sahur dan pengakhiran hariannya dengan tarawih. Impak sebenar Ramadhan adalah ketika proses berlapar dan berdahaga itu sendiri. Bayangkan ketika anda berwudhuk untuk solat Zuhur dan Asar pada bulan Ramadhan, atau anda mandi pada waktu tengahari atau petang ketika anda sedang berada di ‘kemuncak’ kelaparan dan kedahagaan, kenapakah tidak anda teguk sahaja air wudhuk atau air mandi tersebut, sekurang-kurangnya untuk menghilangkan dahaga ? Bukankah tidak ada orang melihat anda ketika di bilik mandi, hanya anda dengan diri anda sahaja. Dari manakah kekuatan untuk anda mengatakan “tidak” kepada air wudhuk dan air mandi itu ketika anda mampu melakukannya secara rahsia ? Tiada suara yang menguatkan anda untuk melakukan “learn how to say no” itu melainkan suara hati anda sendiri. Itulah suara hati yang sedang melalui proses fitrah iaitulah pembersihan dari gangguan suara nafsu yang sedang ditambat kuat oleh proses berlapar dan berdahaga.


Justeru, tidakkah selepas meninggalkan Ramadhan, anda punyai suara hati yang fitrah dan kini benar-benar anda ‘merdeka’ dari terus menjadi ‘tahanan’ dan ‘hamba abdi’ kepada suara nafsu ? Bukankah kini “remote controller” iaitu hati anda ‘merdeka’ dari pengarahan demi pengarahan dari suara nafsu ke atas fikiran, mata, lidah, telinga, kaki dan tangan anda ? Bukankah kini anda benar-benar “kembali pada fitrah” (‘idulfitri), anda punyai kekuatan melakukan perkara yang dihalalkan meskipun nampak pahit laluannya dan meninggalkan perkara yang diharamkan meskipun nampak manis jika dapat menikmatinya. Maka inilah taqwa, maqasid (objektif) sebenar dari pelbagai proses latihan “the law of repetition” perbuatan-perbuatan yang sama selama 30 hari berturut-turut dalam bulan Ramadhan.


“Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa” (Surah Al Baqarah, Ayat : 183)


“Umar pernah bertanya pada Ubai bin Kaab, ‘Apakah itu takwa?’ Ubai menjawab, ‘Wahai Amir Al-Mukminin, tidakkah engkau pernah memasuki jalan yang penuh berduri?’ Umar menjawab, ‘Ya.’ Ubai berkata, ‘Apakah yang engkau lakukan?’ Umar menjawab, ‘Aku menyingsingkan seluarku dan memerhatikan kakiku. Aku meletak satu langkah demi satu langkah dengan cermat kerana takut terkena duri.’ Ubai berkata, ‘Itulah takwa!’


Sabda Rasulullah S.A.W : “Siapa yang tidak meninggalkan kata-kata keji dan perbuatan keji, Allah tidak mengendahkan amalannya meninggalkan makanan dan minuman.”

Begitulah hebatnya proses latihan dan pendidikan dalam madrasah Ramadhan. Inilah “IPT” Ramadhan, Institut Penjanaan Taqwa! 30 hari itu tidak lama berbanding 365 hari iaitu setahun. Namun, tempoh 1 bulan latihan penuh ‘tekanan’ itulah yang menjana momentum ketaqwaan 11 bulan selepas Ramadhan. Sebab itulah Ramadhan itu sendiri membawa maksud “bahan api yang panas membakar”, seperti kisah Apollo 11 tadi.

Maka benar dan bijaklah sabda Rasulullah S.A.W yang menyebut :

“Sebaik-baik amalan adalah yang berterusan meskipun sedikit.” (hadis direkodkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).


Maknanya, Rasulullah S.A.W sama sekali tidak menyarankan sikap melakukan sesuatu amalan yang banyak tetapi akhirnya tidak konsisten dari sudut penerusannya.


Berfikirlah Positif Pada Setiap Tekanan dan Ketentuan Tuhan
Proses perubahan sikap telah dimaklumi bukan suatu proses yang mudah dan menyenangkan, bahkan ia satu ujian yang getir yang seringkali cuba dielakkan oleh manusia yang lemah semangat dari menghadapinya. Stephen R. Covey pernah memperkenalkan satu prinsip untuk berfikir positif pada setiap tekanan, ujian dan ketentuan Tuhan ke atas kita dalam kehidupan seharian. Ia dinamakan prinsip “90 : 10”. Prinsip ini menurutnya mampu mengubah hidup kita atau sekurang-kurangnya, cara kita memberikan reaksi kepada sesuatu situasi luar jangka yang berlaku seharian ke atas kita. Prinsip ini menyatakan bahawa :


“10% dari kehidupan anda adalah sesuatu yang sememangnya telah ditaqdirkan berlaku kepada anda, anda tidak mampu mengelaknya dengan apa cara sekalipun. Manakala 90% dari kehidupan seharian anda hakikatnya ditentukan oleh bagaimana cara anda memberikan reaksi kepada taqdir yang berlaku tersebut.”


Apakah maksud prinsip ini ? Marilah kita ambil apa yang baik dari guru pengurusan dan kepimpinan terkenal di Barat ini. Ia membawa maksud kita tidak mampu mengawal sedikitpun 10 % apa yang ditaqdirkan berlaku pada kita. Contohnya, kita tidak mampu mengelakkan kereta kita daripada rosak tiba-tiba di tepi jalan. Kita tidak mampu mengelakkan kapal terbang kita yang lewat sampai hingga jadual kita tergendala. Kita juga tidak mampu mengawal keadaan kita yang terperangkap dalam kesesakan lalulintas. Kita tidak mampu mengawal kesemua 10 % itu tadi. Tetapi, baki 90 % lagi adalah berbeza sama sekali. Kita mampu menentukan keadaan 90 % tersebut. Bagaimana ? Jawapannya, dengan menguasai reaksi anda.


Sebagai contoh, anda tidak mampu mengawal lampu isyarat. Tetapi anda mampu mengawal reaksi anda ke atas situasi ini. Jangan biarkan orang lain memperbodoh anda. Anda mampu mengawal reaksi anda kepadanya. Mari lihat contoh berikut pula.


Anda sedang mengambil sarapan pagi bersama keluarga. Tiba-tiba anak perempuan anda berusia 6 tahun menumpahkan kopi ke atas baju kemeja anda. Anda sememangnya tidak mampu mengawal apa yang baru sahaja terjadi. Tetapi, apa yang berlaku kemudiannya, ditentukan sendiri oleh cara reaksi anda. Anda mungkin marah. Anda dengan suara keras memarahi anak anda tersebut kerana menumpahkan kopi hitam pekat ke kemeja rasmi anda. Kemudian, anak anda menangis teresak-esak. Selepas memarahinya, anda pula pergi mengkritik isteri anda kerana meletakkan cawan kopi tersebut terlalu hampir dengan tepian meja. ‘Perang mulut’ akhirnya berlaku. Kemudian anda pun naik ke bilik anda untuk menukar pakaian. Selepas menukarnya, anda kembali ke bawah dan mendapati anak anda terus menangis dan tidak mampu menghabiskan sarapannya. Anak anda ketinggalan bas sekolah kerana lewat menghabiskan sarapannya.


Isteri anda pula telah bergegas ke pejabatnya kerana masanya juga telah terlewat. Anda meluru ke kereta dan membawa anak anda ke sekolah. Disebabkan kelewatan anda,anda memandu 140km sejam dan melebihi had laju yang dibenarkan. Selepas 15 minit terlewat dan menerima surat saman polis RM 150, anda pun tiba di sekolah. Anak anda terus meluru ke kelas tanpa sempat mengucup tangan anda. Selepas tiba di pejabat 20 minit lewat, baru anda sedari anda tertinggal beg pejabat anda.


Hari anda hari ini bermula dengan sangat malang. Nampaknya, keadaan di pejabat juga akan terus menjadi lebih buruk. Anda hanya mampu mengharapkan supaya dapat balik ke rumah segera. Setibanya anda ke rumah, anda mendapati hubungan anda dengan isteri dan anak anda telah sedikit terjejas dan renggang. Kenapa terjadi kesemua ini ?


Jawapannya, kerana reaksi yang telah anda lakukan pada hanya beberapa minit sahaja pada pagi tadi. Sekarang anda menyaksikan buat kesekian kalinya bagaimana benarnya kata-kata pepatah bahawa “permulaan seringkali menentukan pengakhiran”. Kenapa anda memilih untuk memulakan hari anda dengan begitu buruk? Anda tidak dapat mengawal apa yang telah dilakukan oleh anak anda dan air kopi itu. Tetapi reaksi anda yang tidak sampai 5 saat itu telah menyebabkan seluruh hari anda sangat malang.


Berikut adalah apa yang sepatutnya berlaku pada anda.


Kopi tumpah ke baju anda. Anak anda mula menangis teresak-esak ketakutan. Dengan penuh kasih sayang anda berkata :


“Tak mengapa sayang. Kamu hanya perlu lebih berhati-hati pada masa akan datang.”


Anda mengelap tumpahan itu dengan tuala dan kemudian anda pergi menukar baju dengan tenang. Kemudian anda mengambil beg pejabat anda, anda turun ke bawah semula lantas mendapati anak anda kembali tenang dan selamat menaiki bas sekolahnya. Isteri anda juga pergi ke pejabat pada masanya tanpa menyedari anda sudah menyalin baju lain. Anda pula tiba 10 minit lebih awal ke pejabat dan menyapa dengan penuh keceriaan staff di pejabat anda. Dapatkan anda melihat perbezaannya?


Dua senario berbeza. Kedua-duanya bermula dengan kemalangan yang sama. Tapi kesudahan kedua-duanya berbeza. Kenapa? Kerana reaksi andalah penentunya.


Justeru, hadapilah kehidupan ini dengan manfaat dari prinsip “90 : 10” ini. Apa yang disarankan oleh Stephen R. Covey ini sudah dipintas oleh formula agung dari Tuhan sendiri. Cukup tenang seorang Muslim yang berpegang teguh kepada piagam hidup dari ayat dan hadis berikut.


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)


“Sungguh menghairankan perihal orang mukmin itu. Sesungguhnya seluruh perkara baginya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang mukmin. Jika dia diberi sesuatu yang menggembirakan dia bersyukur, maka ia menjadi baik baginya. Dan apabila ia ditimpa suatu madharat, ia bersikap sabar, maka itu menjadi baik baginya.”(Hadis direkodkan oleh Imam Muslim)


“Aku berada di atas sangkaan hamba-hambaKu, sekiranya mereka bersangka baik pada-Ku, maka akan ditunaikan (sangkaan itu). Jika mereka bersangka buruk, maka turut akan ditunaikan (sangkaan itu).” (Hadis direkodkan oleh Imam Ahmad dan Ibn Hibban)

Justeru saudara, jika seseorang berkata sesuatu yang negatif pada anda, janganlah cepat melatah dan panas baran. Biarkan bidasan itu berlalu bagaikan membuang air dari gelas. Jangan biarkan komen negatif itu mula menguasai reaksi anda. Berikan reaksi sewajarnya supaya kehidupan anda tidak terjejas keseluruhannya. Ingat, perkataan yang dilafazkan adalah doa, ia punyai kuasa yang tersendiri sama ada baik mahupun buruk.

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam sahaja” (Hadis direkodkan oleh Imam Bukhari)


Ingatlah saudara, reaksi yang silap memungkinkan anda kehilangan kawan baik, atau anda dipecat atau anda sendiri yang tertekan (stress) berpanjangan. Islam adalah agama yang mengajar umatnya kepercayaan dan keimanan kepada qadha’ dan qadar, menyerahkan segala urusan dan ikhtiar kembali pada Allah dengan penuh redha selepas segenap ikhtiar terbaik dilakukan. Hentikan melatah dan menyalahkan orang lain apabila anda mendapati apa yang dirancang pada awalnya tidak berlaku sebaik yang diharapkan di pertengahan jalan.


“Terima Kasih Rotan!” – Muhammad Al-Fatih

Muhammad Al-Fatih melakar sejarah bukan kerana beliau sememangnya punyai kelebihan atau karamah tertentu dari Tuhan yang tidak dianugerahkan kepada orang lain. Kebarangkalian untuk beliau memiliki karamah tertentu itu tidak menjadi fokus penulisan sejarah mengenai beliau dan sejarawan pada zaman beliau. Muhammad Al-Fatih bukanlah ‘Superman’ yang muncul secara tiba-tiba dari langit untuk menjadi penyelamat kepada umat Islam Othmaniyyah dari gangguan demi gangguan kerajaan Rome Byzantine. Al-Fatih adalah manusia biasa yang punyai ‘zaman gelap’ ketika kanak-kanak sehingga belasan guru-guru spiritual dan para pensyarah yang diamanahkan oleh ayahnya, Sultan Murad untuk mendidiknya namun gagal akibat kedegilannya.


“Telah direkodkan bahawa Sultan (Murad) telah memberikan rotan kepada guru puteranya (Sultan Muhammad al-Fateh) dan membenarkannya untuk merotaninya jika diperlukan.” - Lord Kinross ( The Ottoman Centuries, 1977) -


Remaja mana yang suka untuk dirotan. Ia cukup menyakitkan fizikal dan mental apatah lagi jika dirotan di khalayak ramai. Namun akhirnya Al-Fatih terpaksa mengakui hakikat bahawa beliau adalah anak seorang seorang Sultan yang memerintah sebuah empayar yang besar di era kemuncak kegemilangan. Beliau mula memahami bahawa di bahunya diletakkan harapan setinggi gunung untuk menebus harapan jutaan ummat dan titisan darah puluhan ribu syuhada’ dan panglima-panglima Islam zaman berzaman yang mahu membuka kota kebanggaan Hercules itu. Di hadapan matanya, beliau mula menyaksikan bagaimana dirinya benar-benar telah dipersiapkan sebaiknya oleh ayahnya untuk menjadi pembuka kota Konstantinopel yang dimaksudkan Rasulullah S.A.W.


Menyedari hakikat ini, Al-Fatih mengambil keputusan untuk membuat perubahan ke atas dirinya dan berhenti dari meneruskan sikap negatif dan tabiat lama beliau. Inilah saat dan detik terpenting dalam hidup beliau, sebatang rotan yang telah mengejutkan paradigma selesanya dan lenanya yang panjang dari tanggungjawab untuk merealisasikan hadis Nubuwwah. Ternyata Al-Fatih tidak bersikap mengubah ayah atau ibunya, mahupun mengubah sekolah atau tuan gurunya yang menghadapkan sesuatu keinginan yang tidak menjadi keinginannya pada awalnya. Ketentuan ke atasnya telah diterima dengan positif, lantas dia mengubah sikapnya sendiri.


Kuasa Perkataan “Boleh Jadi”
Tuhan menyebutkan bahawa : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)


Dalam kehidupan seharian, kita sering didatangi dengan pelbagai lintasan di hati apabila melihat seseorang atau sesuatu keadaan sekeliling. Seringkali yang menjadi lintasan pertama (1st impression) adalah lintasan yang negatif kerana manusia seringkali mendahulukan pandangan nafsu yang seringkali muncul lebih awal dari pandangan matahati. Benarlah pepatah yang menyebutkan “people always judge a book by its cover.” Hanya dengan menyebut perkataan-perkataan yang positif di bibir sendiri atau diperdengarkan dari orang lain akan mampu membantu seseorang melihat dengan pandangan matahati.
Kerapkali terjadi suatu dialog antara saya dan isteri ketika berada di dalam kereta setiap kali kami terperangkap dalam lebih 3 lampu isyarat di hadapan stesen minyak Shell Greenwood. Saya cukup marah dengan mereka yang selalu mengambil laluan mudah di sebelah kiri bahu jalan. Jalan raya di situ hanya mempunyai dua laluan dan kebiasaannya mudah sesak kerana kereta dari pelbagai penjuru perumahan dan menjadi pertemuan lebuhraya utama PLUS-DUKE-MRR2. Keadaan menjadi lebih teruk apabila setiap kali waktu pagi dan selepas waktu pejabat.

Saya : "Kau ingat ni jalan bapak engkau ke, ikut suka hati je mamat ni!" (nada penuh kemarahan)

Isteri : "Abang, bertenang. Boleh jadi dia baru lepas bubuh minyak. Mana ada laluan lain lagi dia boleh keluar melainkan laluan bahu kiri jalan. Boleh jadi dia baru selesaikan anak kecilnya nak ke tandas di stesen minyak itu."

Sungguh berubah saya seketika. Dari keadaan marah bertukar menjadi tenang seketika.

"Ada benarnya juga apa yang dikatakan isteriku itu.", bisik hati saya. Kini, saya mula belajar betapa penting kuasa perkataan "boleh jadi", khususnya apabila saya sendiri yang sudah lebih tiga kali terpaksa melalui bahu kiri jalan itu sendiri dan mengharapkan orang lain pula bersangka baik dengan saya.

Inilah kuasa perkataan “boleh jadi”. Hanya dengan dua patah perkataan ini ia mampu menyelamatkan hari anda dari terjadi sebaliknya.


Sebab itu hidup seorang Muslim jika benar-benar mengikut sunnah Rasulullah, dia akan mendapati hidupnya sepanjang 24 jam penuh dengan ungkapan doa, dari mula membuka mata bangun dari tidur hinggalah ketika mahu menutup mata untuk tidur semula. Inilah ejen kawalan dari langit untuk manusia sentiasa berada dalam kebaikan dan menarik kebaikan-kebaikan itu datang kepadanya.


Perkataan adalah doa. Setiap kali ditimpa ujian, keluarkanlah perkataan-perkataan yang positif kerana ia adalah doa yang sedang didengari oleh Yang Maha Mendengar. Allah memerintahkan hamba-hambanya menyebut doa dengan jelas dan yakin ia akan dimakbulkan, dan bukan sebaliknya berdoa dalam hati.


Pernah terjadi satu dialog antara saya dan anak saudara saya, Jazmi :

Jazmi : “Pakcik, bukankah Allah Maha Mendengar, jadi kalau kita hadapi masalah dan kemudian berdoa dalam hati pun tak mengapa kan Pak Cik ?”

 Saya : “Allah menyuruh kita berdoa dengan menyebut dengan jelas bukan kerana Allah itu tidak boleh mendengar jika kita memperlahankan suara. Doa yang diungkapkan itu kembali pada Jazmi sebenarnya, bukan untuk Allah."

Jazmi : “Apa maksudnya Pak Cik ?”

Saya : “Dengan mengangkat tangan, menyebut dengan jelas dan terang sehingga didengari oleh telinga Jazmi sendiri, kemudian memahami setiap lafaz-lafaz doa yang disebutkan, sesungguhnya perkataan positif yang diungkapkan dalam doa itu adalah sebahagian dari penyelesaian masalah yang Jazmi hadapkan pada Tuhan.”


Muhammad Al-Fatih adalah pemuda yang menorah tinta emas dalam sejarah Islam membuka Kota Konstantinopel bukan dengan kekuatan kebijaksanaan fikiran dan teknologi persenjataan sahaja, tetapi dengan kekuatan spiritual dan doa yang tidak putus-putus kepada Allah bersama dengan guru besarnya, Shekh Aq Syamsuddin. Solat fardhu dan solat tahajjud yang tidak pernah ditinggalkan oleh Al-Fatih sejak dari aqil baligh adalah bukti bagaimana anak muda itu mengaplikasikan kuasa doa dalam menjana pemikiran positif. Tanpa doa di celahan rakaat solat fardhu dan tahajjud yang kerap kali dikerjakan, sudah pasti anda akan menyaksikan episod demi episod Al-Fatih berputus asa untuk membuka kota Konstantinopel itu berkesudahan dengan baginda mengundurkan diri dari meneruskan asakan 53 hari ke atas benteng terkebal di dunia itu.


Sesungguhnya Barat memanggilnya sebagai “the law of attraction” atau hukum tarikan, Islam memanggilnya sebagai “doa”, dan saya memanggilnya sebagai “the law of pressure” atau hukum tekanan. Berfikirlah positif, anda mampu mengubahnya !


Terima Kasih Konstantinopel

Pembukaan Konstantinopel pada 1453 Masihi ternyata membenarkan sabda Tuhan bahawa pada setiap kesulitan itu ada kesenangan. Kesulitan 53 hari kepungan itu ternyata tidak lama jika dibandingkan dengan 27 tahun kepungan demi kepungan seterusnya dalam puluhan misi ketenteraan dan pembukaan Muhammad Al-Fatih ke atas tanah-tanah Eropah dan Balkan. Namun, pengalaman menguruskan perang ke atas kota yang mempunyai tembok terkebal dunia dan pelbagai lagi kenangan pahit manis sepanjang 2 bulan menggempur Konstantinopel itulah menyebabkan Al-Fatih melihat cabaran seterusnya sudah pasti lebih mudah untuk dilakukan.


Jika proses membuka Konstantinopel melalui jalan mudah, sudah pasti Al-Fatih akan kekok dengan pengalaman-pengalaman baru dan lebih menyulitkan di masa-masa mendatang, dan sudah pasti kekalahan demi kekalahan pasukan beliau akan dirakamkan oleh sejarah lebih dari kejayaan membuka Konstantinopel. Namun hakikatnya yang berlaku selepas 29 Mei 1453 Masihi adalah berbeza. Al-Fatih cuma tumpas sekali sahaja di Belgrade, namun beliau ternyata sukses dalam majoriti misi pembukaan dan peperangan jihad beliau di jalan Allah untuk membuka Eropah dan Balkan.


Kenyataan berikut membenarkan hakikat bahawa pada setiap kesulitan itu ada kesenangan. Ia hanyalah soal bagaimana anda berfikir kerana apa yang anda lihat menentukan apa anda akan perolehi.


“Between 1461 and 1463, the conquest of the Balkans was accomplished in a similar manner. It is not easy to communicate to a large readership what this conquest entailed and to show how Albania and Bosnia were incorporated into the empire. This difficulty is, in fact, only to be expected, an appreciation of history cannot come from reading and listening alone, as one also needs to have knowledge of the geography of an area being studied. For this reason, my advice to young people today is to try to visit the locations in questions. And when they look at the rugged land of Ioannina, Shkoder and Bosnia, they will really come to recognise the masterfulness and sophistication of the military and diplomatic strategies used by Mehmed in this conquest.” (Ilber Ortayli, “Discovering The Ottomans”, halaman 64)


Terjemahan petikan utama :
 
“Sepanjang tahun 1461 dan 1463, penawanan negara-negara Balkan telah disempurnakan oleh Muhammad Al-Fatih dengan cara yang hampir sama dengan cara penawanan Konstantinopel. Sesungguhnya bukan suatu kerja yang mudah untuk memberitahu kepada sidang pembaca bagaimana peristiwa pembukaan Balkan ini dilakukan dan bagaimana hebatnya Albania dan Bosnia mampu diserapkan masuk ke dalam empayar Othmaniyah. Untuk menghargai sejarah, fakta ini tidak boleh hanya diketahui dengan pembacaan dan pendengaran sahaja. Seseorang mestilah mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai geografi negara-negara Balkan itu. Ketika anda menyaksikan tanah kasar Ioannina, Shkoder and Bosnia, anda pasti akan benar-benar mengenali betapa dahsyatnya ketelitian dan kecanggihan strategi ketenteraan dan usaha diplomatik (Sultan Muhammad) untuk membuka Balkan.” – Profesor Ilber Ortayli, Pengarah Muzium Diraja Topkapi dan Profesor Sejarah di Universiti Galatasaray

Sesungguhnya peluang melakar sejarah dalam hidup anda mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Kekadang ia memerlukan sedikit kerja keras dan menanggung sedikit malu hanya untuk menorah sejarah yang tidak akan dilupakan oleh anda sendiri buat selamanya. Yakinlah, sejarah emas itu tidak dinukilkan dengan mudah sebagaimana kota Rom tidak terbina dalam masa sehari.


Sumber : Buku "Berfikir Gaya Al-Fatih", akan diterbitkan tidak lama lagi.
http://www.iskandarfateh.com/