Khamis, 10 Mac 2011

KENAPA BERJUANG DAN UNTUK SIAPA KEMERDEKAAN?! (Patani Darussalam)

KENAPA BERJUANG DAN UNTUK SIAPA KEMERDEKAAN?! (Patani Darussalam)
By : Imaduddin Bahi (Mr.JR)

(Mr.JR) Dengan nama Allah yang maha pengasih dan Maha Penyayang yang telah menganugerahkan tanah, keluarga, dan agama pada ummat manusia sebagai bahan ujian demi mencapai syurga. Selawat dan salam senantiasa kami utuskan kepada Nabi Muhammad SAW si penghulu para Mujahideen. Doa dan jiwa raga kami sentiasa pada ummat Islam yang terjajah di seluruh pelusuk dunia khususnya di Patani Darussalam (Selatan Thailand).

Berkata As-syahid Al-Imam Hassan Al-Banna: Sesungguhnya ramai yang mampu berkata-kata dan sedikit dari mereka yang bertahan dalam beramal dan bekerja. Ramai pula dari yang sedikit itu yang mampu bertahan di waktu beramal dan sedikit dari mereka yang mampu memikul bebanan jihad yang sukar dan berat. Para Mujahidin itu adalah angkatan terpilih yang sedikit bilangannya tetapi menjadi penolong dan menjadi Ansarullah. Adakalanya mereka tersilap tetapi akhirnya menepati tujuan sekiranya mereka diberi Inayah dan Hidayah oleh Allah.

Sesuai dengan kata As-syahid Al-Imam Hassan Al-Banna, kita dapat menilai bahwa bukan semua orang yang berkesanggupan menanggung beban jihad yang berat ini. Oleh karena itulah terdapat ramai golongan di Patani. Antaranya adalah ; 1. Golongan pejuang, 2. Golongan simpati, 3. Golongan pemerhati, 4. Golongan penentang. Kesemua 4 golongan ini terdiri dari orang melayu sendiri. Persoalannya adalah mengapa terpecah menjadi banyak golongan dan bukan hanya 1 golongan sahaja yaitu golongan Islam. Ini karena tahap keyakinan, pengetahuan dan keimanan itu berbeza-beza.

Terjajah 226 tahun adalah suatu jangka masa yang sangat lama, begitulah juga jangka masa perjuangan yang tercetus. Ini menunjukkan bahwa azam para pejuang Patani tidak pernah terhenti malah semakin menguat dan berkesinambungan. Persoalan kedua adalah kenapa mereka berjuang?! Jawabannya adalah, ada bumi yang terjajah pasti ada yang membebas, ada yang dizalimi pasti ada yang menegak keadilan, ada yang di bunuh pasti ada yang menuntut bela. Begitu lah islam mengajarkan pada kita sesuai dengan ayat Al-Qur’an "Sesungguhna kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mahu menerima petunjuk" (Al-Qashash:56) dan "Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam" (Al-Ankabut:6). Jihad adalah suatu ketetapan untuk umat manusia agar sempurna imannya.

Jika di tanya, “untuk siapa kemerdekaan?”. Di dalam benak fikiran kita pasti ada jawabannya dan mungkin jawabannya berbeza-beza. Kemerdekaan itu pada umumnya adalah hanya untuk rakyat sesuai dengan tujuan utama islam yaitu menabur kesejahteraan di seluruh pelusuk dunia.

Kemerekaan dikatakan untuk rakyat adalah karena untuk membela nasib-nasib rakyat yang selama ini di permainkan dengan remeh. Antaranya adalah faktor pendidikan. Kita semua psti sadar bahwa berapa banyakkah rakyat Patani yang mencapai tahap pendidikan tinggi. Rakyat Patani yang berjaya melanjutkan pelajaran hingga ke universiti hanyalah 3%. Bayangkanlah bagaimana nasib 97% lagi yang pada awalnya masuk sekolah rendah atau sekolah tingkat dasar. Di dalam 3% yang berjaya masuk ke universiti pula ibarat meniti di atas pagar. Ini karena pemrintah sangat tidak suka pada anak melayu yang lulus universiti. Buktinya 1% dari mereka jadi bahan buruan, di penjara, dan di bunuh atas tuduhan yang tidak berasas.

Antara faktor lain adalah ekonomi. Contoh yang sangat dekat dengan kita adalah harga turun naiknya getah/karet sewenang-wenangnya di tentukan oleh mereka. Kadang-kadang para pengusaha getah/karet terpaksa menahan lapar dan menjual alatan rumah untuk mengisi perut mereka akibat dari harga getah/karet yang murah.
Faktor politik dan pemrintahan pula contohnya para pejabat tinggi di 3 wilayah. Memang orang melayu yang memegang jawatan itu tapi segala urusan yang penting dan berkaitan dengan nasib dan ketentuan rakkyat semuanya di tentukan oleh pusat. Mereka hanya disuruh mengikut perintah dan disuruh agar tidak usah mempedulikan urusan pemrintahan dan cukup bagi mereka hanya makan gaji besar dan berwisata. Jika ada pemerintah yang berkeras untuk memerintah dan membela nasib rakyat melayu Patani pasti dengan segera akan di turunkan dari jabatan atau dengan cara yang lebih kejam lagi di bunuh.

Belum cukupkah bukti di atas untuk menunjukkan perjuangan melayu patani bukanlah atas dasar kepentingan peribadi tapi perjuangan itu semata-mata untuk membela nasib rakyat. Pertanyaan besarnya adalah mengapa masih terpisah menjadi 4 golongan yaitu si pejuang, si simpati, si pemerhati dan si penentang??!! Si simpati ini adalah mereka yang tidak langsung berjuang tapi turut mendukung jalan perjuangan. Si pemrhati pula adalah mereka yang tidak tahu menahu kenapa dan untuk apa perjuangan ini dan mereka juga tidak tahu yang mana benar dan mana yang salah, mereka cukup mengatakan ‘tidak peduli’. Dan yang paling menyedihkan adalah mereka yang menentang atau dalam bahasa kasar adalah ‘anjing siam’. Mereka ini menentang jalan perjuangan karena kepentingan peribadi. Mereka ini mengkhianati  rakyat dan sanggup menuduh siapa saja di kalangan rakyat hanya demi mendapatkan sedikit uang dan harta benda. Mereka melakukan untuk kesenangan di dunia dan langsung tidak memikirkan akibatnya di akhirat sesuai dengan janji Allah, "Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk(munafik) dengan yang baik (mu'min). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendakiNya di antara rasul-rasulNya. Kerana itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar" (Ali-'Imran:179).

"Allah berfirman:'Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mu'jizat-mu'jizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan)," (Asy-Syu'araa':15).


Jumaat, 4 Mac 2011

‘’Orang Tua Mu Bercerita’’

‘’Orang Tua Mu Bercerita’’
By: Patani Fakta Dan Opini
Zaman berzaman kita menderita.
Ditindas oleh manusia durjana.
Dibunuh berbagai-bagai cara
Dengan tak payah bicara

Tahun Sembilan Belas Empat Puluh
Ibu bapa mu di suruh
Pakai seluar buangkan sarung
Jangan berkopiah jangan berkelubung

Nama-nama di tukar Bahasa di musnah
Kepada berhala disuruh sembah
Sireh pinang disuruh tebang
Kerana tanda orang-orang terkebelakang

Tahun Sembilan Belas Empat Puluh Tujuh
Orang-orang ‘Beluka Semok’ dituduh
Harta mereka di musnah
Rumah mereka di bakar berpuluh buah

Bulan April Empat Puluh Lapan
Di ‘Dusun Nyo’ berlaku bertempuran
Beberapa rakyat dikorbankan
Termasuk kanak-kanak dan perampuan

Sebulan kemuadian ‘Kamnan Mat’ kena tangkap
Beliau di perbuat dengan sagat biadap
Beliau di bunuh oleh sedadu
Dengan tak ke mahkamah terlebih dahulu

Tiga Belas Ogos Lima Puluh Empat
Haji Sulong dan rakan-rakannya berempat
Dibunuh ditasik Senggora
Dengan tak berkubur tak berpusara

Tiga Belas March Lima Puluh Enam
Mayat Haji Abdul Somat di tanam
Beliau ditembak pada malam dua belas
Dengan peluru enam das

Tiga Belas Disember Tujuh Puluh Lima
Tiga belas syahid berpuluh cedera
Dibom waktu malam hujan
Mereka tembak orang sedang Azan

Berapa lelaki yang mati
Tapi mereka buat tak mengerti
Yang kita tuntut tak dipeduli
Mereka kata kita hendak Merdekakan Fathoni

Hai..!! mereka terlaupau khawatir
Mereka sangka yang kita tak pernah fikir
Kita cuma Tuntut Keadilan
Mereka saja kira yang bukan-bukan...

Kutipan tulisan ini dari buku dalam tulisan Jawi pada Judul ‘Patani Dahulu dan Sekarang’, Karangan Oleh Ayah Bangnara, Diterjemahkan dalam Bahasa Patani Oleh Ayah Patani dan Ayah Jala, Cetakan Pertama Zulqi’dah 1397 bersamaan Oktober 1977 Oleh Final Penyelidikan Angkatan al-Fathoni.

Selasa, 1 Mac 2011

Aparat Keamanan Mengeledah Desa, Seorang Liputan Media

Aparat Keamanan Mengeledah Desa, Seorang Liputan Media
By Patani Fakta Dan Opini

Aparat Keamana mengeledah di desa Nada, Rueso wilayah Narathiwat.
Setelah membuat pengeledah beberapa rumah pada desa tersebut, aparat keamanan tidak menemukan sebarang bukti dan sinyal jaringan ilegal atau senjata. Namun itu, aparat keamanan juga mengeledah rumah seorang petugas liputan media bebas serta diambil DNA dari seorang petugas lipulatan jurnal itu.

Pada 22 Febuary 2011 jam 13.00 waktu tempatan, Aparat keamanan memasuki desa dan membuat pengeledahan pada setiap rumah-rumah di desa Nada, kabupaten Rueso, provinsi Narathiwat. Untuk mencari mangsa yang dicurigai oleh pihak kamanan.

Pada masa yang sama itu aparat keamanan membuat pengeledahan dari rumah seorang relawan petugas liputan media bebas (media independent), mereka salah seorang jurnal pada Jaringan Peace Media (Southern Peace Media: SPM. Tetapi tidak menemukan senjata atau tersangka yang dicari.

Muhammad Fauzi adalah relawan sebuah penerbit jurnal dari Jaringan Peace Media di Selatan (Southern Peace Media SPM) mengatakan:

“Sebab rumahnya di geledah oleh aparat karena pada masa itu kerabat keluarga mereka keluar dari rumah penginapannya dan mengunci pintu di luar.

Kata lanjut Muhammad Fauzi, saya yang baru saja kembali dari bekerja dan sedang tidur dari dalam rumahnya. Sehingga mencurigakan oleh aparat, lalu mereka melakukan pengeledahan terhadap rumahnya. Pada masa itu saya sedang tidur, saya sangat terkejut dan kaget melihat petugas membawa pistol ke dalam rumah” tuturnya.

Muhammad Fauzi ditahan oleh pihak aparat keamanan.

“saya ditahan untuk beberapa waktu untuk di siasat. Di sudut itu ada pihak keamanan yang memerhati wajah saya dan melakukan siasatan keatas saya sampai setengah jam lebih. Lalu pihak keamanan bertanya kepada saya beberapa soalan, ditanya nama, asal, kerja apa, urusan apa, dan berkerja dengan organisai apa. Kemudian petugas keamanan mengambil kantong saya di sertai Laptop, kamera video dan banyak lagi.

Kemudian juga membawa saya menbuat pemeriksaan forensik. Saya merasa seperti sebagai tersangka yang dicurigakan oleh pihak petugas”, ujarnya.

Menurut penduduk di desa Nada:

“Penduduk desa tidak menyenang atas tindakan yang dilakukan oleh pihak aparat keaman. Pihak keamanan mengeledah
pada setiap rumah penduduk kampung. Terdapat beberapa rumah tanpa pemilik yang berada di rumahnya, pihak aparat mengambil gunting dan memotong kunci serta mendobrak pintu. Tindakan ini sangat menakutkan penduduk desa” tuturnya Muhammad Fauzi
UU darurat yang dibuat ternyata tak menyelesaikan masalah di sana. Undang-undang darurat resmi diberlakukan di semua provinsi di Thailand Selatan, termasuk tiga provinsi yang didominasi kaum Muslim: Narathiwat, Pattani, dan Yala. Sayangnya Undang-undanga darurat ini bukan bertujuan melindungi kaum Muslim di sana. Sebaliknya, memberikan kekuasaan kepada pihak aparat keamana untuk berbuat apa saja.

Penduduk kampung di bahgian selatan berada pada posisi yang lemah. Pemerintah Thailand memang dikenal tak begitu ramah dengan umat Islam. Selama penggeledahan, aparat melarang media untuk mengambil gambar atau meliput kegiatan tersebut. Ini membuat pers merasa khawatir jika pada penggeledahan berikutnya mereka tetap tak boleh meliput.

Sumber asal dari:
http://www.bungarayanews.com/news/view_news.php?id=556
Relawan Jaringan “Peace Media Southern thailand” sebagai sebuah badan organisasi masyarakat sipil di provinsi selatan. Yang yang menyediakan sebuah website: http://www.southernpeacemedia.tv/

Khamis, 24 Februari 2011

Disebalik Perjuangan Yang Gagal

Disebalik Perjuangan Yang Gagal 
aebooker.blogspot.com

Dalam banyak memoir mahupun autobiografi yang dirakam oleh bekas gerilawan yang 'kalah' selalunya dihidup dengan cerita-cerita atau aksi-aksi hebat sepanjang pemberontakannya. Adakalanya boleh naik muak. Semuanya untuk membenarkan tindakannya dahulu atau untuk 'membetulkan' sejarah. Jarang sekali ia ditulis untuk renungan ke arah keinsafan tentang 'kekalahan' itu.

Begitulah anggapan banyak orang berdasarkan bacaan lepas-lepas. Namun,setelah kita mencerna hampir separuh novel, Gerila, terbitan PTS yang ditulis Allahyarham Lukman Iskandar ketika dalam tahanan ISA tahun 1992 hingga 1994, bekas orang penting gerila Patani, ia mungkin mengubah andaian itu.Walaupun ia ditulis dalam bentuk fiksyen tapi ramai yang yakin ini adalah sebahagian kisah hidupnya berdasarkan pemberontakan tahun-tahun 60-an hingga 70-an dan, yang akhirnya kecewa dengan pimpinan pemisah Patani.

Mulanya, mungkin pembaca menyangka ia akan hanya membebelkan 'kemenangan' ke atas tentera Thailand, rupanya bukan itu fokus penulis.Tetapi ia menceritakan secara jelas dan tersirat; mengapa perjuangan kemerdekaan Patani gagal, dan seperti akan terus gagal, 'jika.'

Puak pemisah Patani agak ketinggalan berbanding separatis di bahagian dunia lain dalam semua hal termasuk pengiftirafan, kelengkapan, populariti, dana dan logistik. Mereka selalunya dipandang rendah dan mendapat persepsi negatif banyak pihak termasuk di Malaysia.

Untuk itu, cuba periksa kembali buku Memoir Ibrahim Chik; Dari API ke Rejimen ke-10. Tulisnya tentang puak pemisah Patani begini;

''Di depan umum mereka bersembahyang dan berdoa panjang-panjang.Akan tetapi, mereka selalu memaksa rakyat supaya memberi derma kepada mereka. Mereka juga selalu menghukum rakyat dengan denda yang tinggi. Mereka selalu bersandar pada samseng-samseng tempatan. Adakalanya, mereka merogol kaum wanita, bukan sahaja wanita Thailand tetapi juga wanita Melayu.''

Oh, sedap Ibrahim Chik cakap.Dia dan Parti Komunis Malaya(PKM) mengapa berkubu di Patani? Kata, hendak berjuang untuk Malaya, berperanglah di hutan-hutan Malaysia!

Benar, kehadiran PKM di selatan Thailand adalah restu kerajaan Thailand untuk menyempitkan mobiliti puak gerila pemisah Patani. Pemisah Patani bukan sahaja perlu bertempur dengan tentera Thai tapi juga berhadapan PKM.Tidak hairanlah Allahyarham memasukan banyak aksi pertempuran dengan PKM. Nyata sekali, kehadiran PKM itu menguntungkan kerajaan Thailand.

Dan tindakan Allayarham membangun watak Kapten Raziman,seorang juruterbang TUDM, beralasankan kecelakaan udara, dan jatuh di perkubuan gerila Patani seterusnya didoktrin menjadi pejuang seperti mahu membenarkan dakwaan bahawa puak pemisah mendapat latihan di Malaysia ataupun berasal dari sana. Ia bukan rahsia besar, kebanyakkan pemimpin pemisah mendapat latihan di luar negara.

Allahyarham sendiri pun berasal dari Perlis(tentu keluarganya asal Patani),mendapat pendidikan di sana sebelum menjadi pengajar di wilayah Satun. Di situlah bermula penglibatannya dalam gerakan gerila Patani dengan menjawat Setiausaha Agung Barisan Revolusi Nasional(BRN).Tidak salah mengatakan watak Kapten Raziman adalah cerminan Allahyarham sendiri.Cuma bezanya, Kapten Raziman 'terjun' dari udara ke hutan Patani setelah kecewa dalam dua percintaannya.

Pergerakan watak Raziman itu sendiri mendedahkan kepada kita dua hal.Pertama,perubahan sikap yang semakin ketara setelah beliau menguasai pergerakan pemisah Patani dengan gelaran Kolonel Razi atau Panthree Razi. Dari seorang yang bertimbang rasa kepada yang tiada kompromi dalam perjuangan tapi akhirnya bersikap pentingkan diri.Sikap seperti inilah yang membenarkan propaganda kerajaan Thai mahupun PKM bahawa gerila Patani itu zalim.Dan nama pemisah Patani menjadi busuk. Begitu juga dengan penyelewengan dana pemberontakkan yang disalahgunakan untuk tujuan peribadi.Rasa mahu menangis mengenang pengkhianatan yang dilakukan pimpinan atasan gerila Patani.Para pejuang bawahan terpaksa berjuang mati-matian, tinggal segala harta dan kemewahan tapi orang atas yang khianat.

Kedua, hal ini merujuk kepada, mengapa Raziman dengan mudah diterima masuk dan diangkat pula menjadi pemimpin pemisah.Di sinilah kita akan didedahkan dengan jalur-jalur pertentangan keluarga bangsawan warisan Kesultanan Patani sejak puluhan tahun dahulu hingga kini.

Di Patani terdapat tujuh keluarga Diraja yang dipecah-pecah sejak kejatuhan Kesultanan Patani.Selalu kesepakatan tidak pernah tercapai antara tujuh keluarga ini. Dalam hal pemberontakan, ada keluarga itu mahu berjuang secara gerila, namun ada yang mahu secara parlimenteri. Terbukti cara pecah dan perintah ini berjaya melemahkan orang Melayu Patani.

Dalam novel ini, penulis mewujudkan pertentangan dua keluarga terpengaruh iaitu keluarga diraja Nongchik dan keluarga al-Fatoni. Keluarga al-Fatoni ini yang dipimpin oleh Sheikh Mazlan adalah sebenarnya pemimpin bawah tanah pemisah Patani. Beliau adalah presiden bayangan kerajaan Patani. Statusnya sebagai bekas menteri kabinet Thai dan pengerusi Majlis Agama Islam Patani berjaya menutup kegiatannya. Kononnya, Raziman itu adalah pewaris sah keluarga Nongchik. Dengan merekrut Raziman menyertai pemisah dan diangkat menjadi ketua adalah strategi keluarga al-Fatoni untuk memaksa keluarga Nongchik tunduk kepada keluarga al-Fatoni.

Diceritakan berlaku salah faham dalam perebutan kuasa antara dua keluarga ini puluhan tahun dahulu. Sejak itu dua keluarga ini bermusuh besar.Inilah wajah sebenar perjuangan Patani yang terlalu mementingkan keturunan dan maruah keluarga. Semua orang tahu,hari ini pun pengaruh politik masih berada di tangan keluarga-keluarga ini.Selalunya tidak pernah bersatu. Satu di pihak kerajaan, satu lagi di pihak pembangkang.

Al-fatihah untuk Allahyarham. Semoga karya ini menjadi renungan umat Patani yang masih terbelah.

Resensi ini dimuat di Milenia Muslim Oktober 2009.


Buku: Gerila
Penulis: Lukman Iskandar
Penerbit: PTS Fortuna
ISBN: 978-967-5136-27-6
Tahun: 2009
Harga: RM 29.00

http://pasalbuku.blogspot.com/2011/02/gerila-di-sebalik-perjuangan-yang-gagal.html
http://aebooker.blogspot.com/2009/10/disebalik-perjuangan-yang-gagal_31.html?spref=fb

Isnin, 21 Februari 2011

JIHAD Syarat Kemenangan ISLAM!

JIHAD Syarat Kemenangan ISLAM!
Dari: al-khattab93
 
Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang, ALLAHUAKBAR!


Aku sedih melihat Islam dihina dengan dijatuhkan takhta khilafahnya yang selama ini utuh sejak bermulanya pemerintahan Islam yang diterajui oleh Nabi Muhammad. Apabila pemerintahan Islam ini dijatuhkan oleh musuh utama kita, keadilan dan keamanan dirabut seganasnya oleh musuh umpama mencabut pokok sehingga ke akar-akarnya. Penindasan dan kezaliman dilakukan ke atas umat Islam di seluruh dunia, Palestin, Bosnia, Afghanistan, Iraq, Pattani, Checnya,Somalia dan lain2.. Umat Islam ditindas dan diperkosa sepuas-puasnya tanpa mendapat apa-apa pembelaan! Mereka sedang menderita dan mengharapkan kedatangan perwira-perwira Islam dari seluruh negara Islam untuk membela mereka, namun kita disini sedang menari-nari dengan hadiah-hadiah yang disediakan yahudi agar kita sentiasa buta dari melihat apa yang sedang berlaku kepada Islam sekarang ini. Penderitaan yang sedang mereka alami ini tidak pernah kita dengar suara-suara tangisan mereka, kerana media massa dikuasai oleh bangsa bangsat iaitu Yahudi laknatullah!

Jika sebelum ini, jika ada seorang wanita Islam dinodai kehormatannya oleh bangsa durjana, maka satu batallion mujahid datang untuk membela wanita muslimah yang tinggi dan suci kehormatannya itu. Namun sekarang, bukan setakat jutaan wanita Islam telah menjadi mangsa, bahkan lebih dari itu, bahkan Masjid Aqsa sendiri telah dibakar dan dinodai kesuciannya! Tidak cukup dengan itu, hukum syariat Islam yang bertahkta dibawah pemerintahan Islam dahulunya dirampas dan dibuang jauh-jauh kemudian diganti pula dengan hukum musuh-musuh ALLAH! Tiada siapa pun yang mampu mempertahankan kesucian Islam sehingga sekarang..

Sehingga sekarang kegemilangan Islam masih tidak dapat dikembalikan seperti asalnya....

Para mujahid dan mujahidah yang sentiasa terbuka luas matanya melihat keadaan Islam sekarang ini pastinya sedang memikirkan bagaimana caranya untuk mengembalikan semula Islam ke takhtanya seperti asal, seperti zaman dahulu.


Mari kita renung sejenak bersama:

1)Tahukah kita, dahulunya, Rom, Parsi, Kostantinopel, Baitul Maqdis, Sepanyol dan kota-kota besar lainnya telah ditundukkan oleh Islam. Bermakna, sejarah Islam awal-awal lagi telah mengajar kita bagaimana untuk mengulang sejarah kegemilangan itu. Jadi, saya ingin bertanya, adakah kuasa-kuasa besar itu berjaya ditundukkan oleh Islam hanya dengan mata pena? ATAU DENGAN MATA PEDANG?????

Sejarah telah mengajar kita bahawa Zaman Kegemilangan Islam dapat dikembalikan dengan mata pedang! Iaitu dengan berjihad qital! Bukanlah dengan jihad-jihad lain yang sedang dipromosikan oleh makhluk-makhluk yang tidak bertanggungjawab. Ketahuilah wahai pembaca blog, makhluk-makhluk itu telah berjaya dipesongkan fahaman mereka mengenai jihad. Ini semua adalah perancangan bangsa bangsat laknatullah itu.


2) Mereka sendiri mengatakan "Selagi mana di tangan kanan umat Islam terdapat Quran, dan di tangan kiri mereka pedang, maka selagi itulah kita tak dapat mengalahkan mereka" Inilah ucapan musuh Islam sejak dahulu lagi, sedarkah kita? Bahawasanya Pedang dan Islam tidak boleh dipisahkan atau diketepikan sama sekali walaupun sebentar!!!!!!! Jika dipisahkan, maka ketika itu musuh akan mengambil peluang menghancurkak Islam selumat-lumatnya. Jadi saya ingin bertanya, masih adakah pedang di tangan kiri umat Islam sekarang ini????

Jika itu jawapannya, maka jangan tanya mengapa Islam lemah sekarang ini! Jangan tanya mengapa tidak ada khilafah! Jangan tanya mengapa umat Islam ditindas di merata tempat!
Umat Islam benar-benar telah meninggalkan perang jihad, maka ia menyebabkan kesan yang begitu teruk terhadap Islam.


3)Wajarkah kita memberi alasan, bahawa kita meninggalkan perang untuk tumpu kepada jihad nafsu atau jihad-jihad lain kerana jihad nafsu itu lebih utama? Sedangkan musuh-musuh yang bijak itu sentiasa mempersiap sediakan segala senjata canggih untuk menyerang Islam. Apabila mereka menyerang Islam, maka kita tidak dapat membela Islam sepertimana sekarang kita tidak dapat membela negara Islam yang diserang seperti Palestin, Iraq dan Afghanistan. Kemudian, apabila mereka menyerang kita, kita tidak dapat mempertahan Islam di negara kita pula.

Meninggalkan perang walau apa pun alasanya akan memberikan peluang yang lebih besar kepada musuh yang sentiasa menaruh permusuhan dan mengintai keadaan umat Islam.


4)ALLAH telah mengangkat martabat perang sebagai amalan yang paling afdhal. ALLAH telah menjanjikan syurga dan pengampunan dosa bagi mereka yang berperang. Betapa ALLAH menggambarkan bertapa besar dan pentingnya berperang. Quran dan Hadis sentiasa menggalakkan kita berperang melainkan sebuah hadis dhoif yang bagi saya, ia adalah hadis palsu kerana sanadnya bersambung dengan perawi kazzab!

5)ALLAH dan RASUL telah mewajibkan jihad selagimana bumi ini belum qiyamat. ALLAH dan RASUL mengancam mereka yang cuba mematikan jihad.


Sidang pembaca yang dirahmati ALLAH,
Islam takkan tertegak hanya dengan angan-angan atau pun kata-kata, tetapi Islam menuntut kita berjihad untuk menegakkannya. ALLAH mahu agamaNYA tertegak dengan jihad manusia.
SElagimana Jihad tidak dibangkitkan, selagi itulah Islam takkan menang.

Jihad perlu dibangkitkan sekarang demi tertegaknya Islam.


Saranan saya untuk anda, ialah:

1)Dekatkan diri kepada ALLAH sehingga anda dapat merasai kemanisan Iman, keyaqinan terhadap janji-janji ALLAH dan keihlasan yang tinggi.

2)Banyakkan tsaqofah anda mengenai jihad melalui penontonan video-video jihad daripada cakera padat atau internet. Ditambahi pula dengan pembacaan buku-buku berkaitan jihad

3)Memantapkan fizikal dan mental

4)Bangkitkan kesedaran dan semangat jihad dalam diri anda kemudian kepada seluruh umat Islam, paling kurang dua tiga orang.

http://al-khattab93.blogspot.com/

Pilih Yang Pahit, Susah, Tak Best

Pilih Yang Pahit, Susah, Tak Best
Dari: al-khattab93

Firman ALLAH:"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Surah. Al Baqarah:216)"

Telah Sabda Nabi : "Khuffat al jannatu bil makarih wa khuffat an naru bisy syahawat" (Syurga itu dikelilingi oleh perkara2 yang dibenci oleh nafsu, neraka itu dikelilingi perkara2 yang disukai nafsu)

Dalam hidup kita ini, kita boleh pilih samada mahu berusaha untuk memenangkan Islam atau hanya berdiam diri. Orang yang berusaha ialah orang yang berjihad, manakala orang yang berdiam diri ialah orang yang mengabaikan tanggungjawab jihad.

Jihad itu mempunyai 2 makna:
1)Makna umum: Semua usaha terhadap diri sendiri atau ahli keluarga atau kawan2 atau masyarakat atau negara untuk membawa kepada jalan ALLAH.
Seperti: menuntut ilmu lillahi taala, melawan nafsu, menghiasi diri dgn akhlak mulia, meninggalkan perkara lagho, mendidik adik membaca Quran lillahi taala, berdakwah melalui internet, melakukan atau menghadiri pogram tarbiah, mengundi parti yang memperjuangkan hukum hudud, memajukan ekonomi umat Islam dan banyak lagi..

2)Makna khusus: Berperang untuk menegakkan kalimah ALLAH
Misalnya: Seperti yang sedang dilakukan oleh HAMAS, Mujahidin ChecnyaIraq Afghanistan

Antara banyak2 jihad, jihad yang paling mulia, paling agung, paling tinggi, paling besar darjatnya ialah berperang. Bahkan hukumnya adalah wajib sekarang ini bagi orang yang mampu. Manakala jihad melawan nafsu pula ialah wajib ke atas setiap muslim dan muslimah danjihad lawan nafsu ialah asas kepada semua jihad.

Ada pendapat mengatakan bahawa jihad nafsu lebih baik dari berperang, maka kita perlu melakukan jihad nafsu sehinggalah kita sudah tidak bernafsu. dalam erti kata lain, kita tidak perlu berperang kerana itu hanya jihad kecil. Kesannya ialah kewajipan perang diabaikan sedangkan kita sedia maklum tentang dalil2 yang memerintahkan kita bersedia untuk berperang, dalil membina kekuatan untuk berperang dan dalil kewajipan berperang. Bermakna, pendapat ini bercanggah dengan dalil2 yang tidak menganjurkan kita mengabaikannya bahkan memerintahkan kita serta menggalakkan kita.

Kesan yang lain, ialah Palestin tidak akan merdeka, serta negara2 umat Islam akan lemah kerana mereka telah mengabaikan senjata. Islam tidak akan tertegak hanya dengan lawan nafsu, dan tidak akan tertegak hanya dengan berdakwah tapi hanya akan tertegak apabila senjata juga digunakan. Buktinya musuh2 sentiasa melakukan perbagai penyerangan senjata terhadap negara2 Islam. Namun, negara Islam tidak mampu bertahan kerana tiada kekuatan peperangan. Tanpa berperang, mustahil negara Islam akan tertegak kerana ramainya musuh yang sentiasa berusaha memadamkan khilafah untuk kali kedia, namun saat khilafah untuk kembali akan berlaku juga ketika mana umat islam sudah tidak mengabaikan jihad perang.

Kesan yang lain, ialah memberi kesempatan kepada musuh untuk terus menzalimi saudara2 kita dan terus berkuasa di dunia ini. Sedangkan kita terus lemah dibawah musuh kita.

Ada pendapat yang mengatakan bahawa perintah berperang itu wajib dilakukan, dan orang yang sedang berperang itu disamping melaksakan perintah berperang, dia juga perlu memerangi hatinya sehingga hatinya bersih dari 'tidak ikhlas' dalam perjuangan. dalam erti kata lain, kita perlu berperang untuk melaksanakan perintah perang, dalam masa yang sama kita tidak abaikan perintah melawan nafsu riyak dan cinta dunia, ketika sedang berperang. Inilah pendapat yg terbaik, kerana tiada sebarang pengabaian terhadap perintah jihad.

Kesannya Islam menjadi kuat kerana pejuang2nya mempunyai hati yg bersih, dan ikhlas.

Wahai Pembaca Yang Dicintai ALLAH,
Sekarang sudah tiba masanya utnuk kita kembali melakanakan perintah jihad. Jangan sesekali abaikan perintah berperang kerana itu adalah perisai agama, tanpa perisai hancurlah agama kerana dikerumuni musuh2 yg sentiasa tidak redho kpd agama kita ini.

Sekarang sudah tiba masa untuk membangkitkan jihad! Bacalah ayat2 Quran tentang kewajipan jihad, hadis2 tentang kelebihan jihad serta kisah2 para mujahid di mimbar2 masjid, di radio, di sekolah, di rumah, di internet, dan di mana sahaja agar umat ini sedar kewajipan dan kepentingan serta kelebihanya, serta agar umat ini meninggalkan cara hidup jahiliyah serta hidup dalam cara hidup Nabi dan sahabat2nya yang berjihad 24 jam untuk menegakkan Islam. Bukanlah hidup 24 jam dalam keadaan lalai dan hiburan seperti umat kini.

Bilakah lagi masanya untuk kita membiarkan umat Islam palestin menderita? Bila lagi masanya kita mahu lihat syariat Islam dihinakan? Bila lagi masanya kita nak biarkan Islam berada di bawah musuh2nya???

Selagimana kamu tidak berusaha, bertindak, berjuang, berjihad untuk memenangkan Islam, maka bila lagi masanya Islam akan menang???
Shuhadak di Jalan Allah


http://al-khattab93.blogspot.com/

Isnin, 7 Februari 2011

Deep South Watch(DSW): Media Pemantau Konflik di Thailand Selatan

Deep South Watch(DSW): Media Pemantau Konflik di Thailand Selatan

Telah di Edit Oleh Patani Fakta dan Opini


Jika ada yang bertanya dimana Patani, di sinilah Patani,” ungkap Muhamad Ayub sambil menunjukkan janggutnya yang sudah memutih.  Meskipun sedang berkelarkar, Muhamad Ayub dari Patani, Thailand selatan, merefleksikan kebingungan identity yang  sedang dialami oleh masyarakat Patani secara umum.  Janggut merupakan salah satu simbol dari identity muslim bagi laki-laki.

Di satu sisi, janggut, jilbab, telah menjadi simbol  Islam, tetapi juga identik dengan citra kekerasan yang telah di-construction melalui peristiwa-peristiwa terkait terorisme. Identity inilah  yang sedang diperjuangkan, tetapi juga sudah telanjur memperoleh stigma negatif di tengah masyarakat dunia.

Perkenalan saya dengan Muhamad Ayub, juga kedua temannya, Soraya Jamjuree dan Dr. Srisoombop terjadi saat menghadiri seminar “Conflict and Peace Building in Southeast Asia – initiatives by Citizen Media,” di Tokyo pada awal september lalu. Ketika bertemu di airport Narita, saya pun sedikit terkejut karena yang saya temui adalah wajah Thailand berkulit sawo matang seperti orang Indonesia. Saya pun “termakan” citra wajah Thailand yang berkulit putih dan mata sipit. Catatan ini ingin mengingatkan kita bahwa ada sekelompok community muslim Patani  di Asia Tenggara yang mengalami penindasan, baik di sisi budaya hingga fisik. Hal ini mungkin tidak terbayangkan bagi kita yang hidup di negara yang majority populasinya adalah muslim. 

Deep South Watch & Perdamaian di Thailand Selatan

Dr.Srisompbop  memaparkan sejarah panjang Patani yang seribu tahun silam telah menjadi pusat agama Islam di Asia

 Tenggara serta memiliki kerajaannya sendiri. Konflik antara masyarakat Patani dengan Kerajaan Siam dimulai sejak kerajaan Patani ditundukkan pada tahun 1786 dan akhirnya pada tahun 1909 dimasukkan ke dalam wilayah administrasi Pemerintahan Thailand melalui Traktat Anglo Siam yang melibatkan Inggris.

Etnis, agama, maupun kultur di Thailand selatan memang berbeda dengan majority penduduk Thailand. Persoalan bukan pada perbedaan itu sendiri, tetapi terjadi saat hak masyarakat Patani untuk mengekspresikan identitynya dibatasi oleh sistem yang diberlakukan oleh pemerintahan Thailand. Sebagai contoh pemimpin local yang dalam konteks ini adalah kesultanan telah diganti dengan sistem governor yang ditunjuk langsung dari pemerintah pusat di Bangkok. Syariat Islam dan hukum adat  juga tidak diakomodir dalam sistem hukum formal. Pengajaran bahasa melayu hanya diperbolehkan di sekolah-sekolah agama seperti Pondok. Sementara di sekolah resmi milik pemerintah, tidak ada pelajaran bahasa Melayu dan warga Patani harus belajar bahasa Thailand sebagai bahasa resmi negara. Hal ini menyebabkan semakin banyak masyarakat Patani yang tidak mengenal bahasa melayu sebagai bahasa ibu.

Kondisi inilah yang menimbulkan ketidakpuasan bagi masyarakat Patani yang akhirnya memunculkan kelompok-kelompok perlawanan, seperti dua kelompok Pejuang Pembebasan Melayu Patani yang paling kuat adalah BRN. Dengan semakin menguatnya perlawanan dari para gerilyawan, maka pemerintah Thailand pun melakukan pendekatan militer dengan mengirimkan pasukan ke Thailand Selatan. Ada 60,000 pasukan yang disebar ke wilayah Pattani, Yala, dan Narathiwat. Tahun 2004 merupakan peristiwa yang tak bisa dilupakan masyarakat Patani ketika terjadi tindak kekerasan yang telah menewaskan 107 orang dan insiden penembakan saat warga sedang sembahyang di Mesjid. Masyarakat Patani yang sangat menjunjung tinggi Islam dan menjadikannya sebagai identitynya sangat terluka. Sejak itu pula aksi kekerasan semakin tinggi, dan mengakibatkan sekitar 4.302 orang tewas sampai tahun ini.

Selama ini kondisi  Thailand  Selatan telah di-construction sebagai persoalan melawan teroris sehingga tidak terbangun empati dari masyarakat dunia. Disinilah peran media alternatif seperti Deep South Watch (DSW) sangat penting untuk memberikan informasi yang detil dan akurat mengenai apa yang terjadi di Patani.

Deep South Watch (DSW) berdiri pada bulan september 2006. DSW, yang awalnya disebut Intellectual Deep South Watch (IDSW), merupakan jaringan koordinasi dari berbagai lembaga dan akademisi. Tujuannya untuk menganalisis kekerasan di Thailand Selatan  melalui data dan analysis  yang rasional dan jernih. DSW memang lebih berperan di tingkat kelas menengah, tetapi belum terlalu menyentuh masyarakat akar rumput. Namun DSW telah memulainya dengan bekerjasama dengan Friend of the Victimized Families Group yang dikelola oleh Soraya Jamjuree. Friend of the Victimized Families Group merupakan programaction-research terhadap keluarga yang menderita akibat kekerasan militer. Sebelumnya pemerintah tidak memperhatikan nasib mereka, serta membangun stigma bahwa mereka adalah bagian dari pemberontak. Namun melalui Friend of the Victimized Families Group, Soraya bersama teman-temannya berupaya melakukan advocacy hak-hak mereka sebagai warganegara Thailand.  Selain melakukan kegiatan advocacyi, program ini juga melibatkan perempuan korban kekerasan dalam penelitian dan produksi program radio. Mereka membuat talkshow, drama radio, serta wawancara dengan korban kekerasan lainnya. Audio ini disiarkan oleh 15 radio komunitas yang ada di kawasan Patani. Mereka juga menyiarkan program audio  ini melalui website DSW.

Banyak orang berpikir bahwa dengan jumlah penduduk kurang dari 2 juta jiwa, dibanding dengan seluruh rakyat thailand yang mencapai 60 juta jiwa, maka ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat Patani bukan masalah internasional. Bagi kawasan Asia Tenggara, persoalan ini seharusnya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dapat mempengaruhi kestabilan kawasan. Menurut Muhamad Ayub, cukup banyak gerilyawan Patani yang berelasi dengan orang Indonesia.

Hal ini tentunya bisa mempengaruhi hubungan Thailand dan Indonesia. Oleh karena itu, media di kawasan Asia Tenggara mempunyai kepentingan besar terhadap isu Thailand Selatan yang bertujuan membangun perdamaian. Sementara di level nasional, media arus utama dan media community di Thailand  bisa bersinergi untuk meng-advocacy pelanggaran HAM serta mempengaruhi kebijakan pemerintah Thailand. Di level  community, untuk menjaga agar pertikaian ini tidak berlarut-larut menjadi pertikaian antar community, maka media community seperti radio bisa berperan untuk membangun dialog yang damai antara masyarakat Pattani dan Thai. Dalam konteks inilah seluruh jenis media bisa digunakan secara strategis untuk membangun perdamaian serta solusi yang baik untuk Thailand Selatan.

Untuk Dapat Informasi Soal Selatan Thailand Melalui Deep South Watch (DSW) Klik: http://www.deepsouthwatch.org/english